SURABAYA | B-news.id - Komisi A DPRD Kota Surabaya meminta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) untuk memperkuat fungsi deteksi dini terhadap aktivitas organisasi kemasyarakatan (ormas), terutama yang belum terdaftar secara resmi di pemerintah kota.
Hal itu mengemuka dalam rapat kerja (hearing) antara Komisi A DPRD Surabaya dan Bakesbangpol yang digelar di ruang Komisi A Gedung DPRD Kota Surabaya, Kamis (16/10/2025).
Baca Juga: Aduan Warga Apartemen Bale Hinggil ke Komisi A DPRD Surabaya Masih Sebatas Rekomendasi
Dalam rapat tersebut, Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menyoroti fenomena meningkatnya aksi unjuk rasa di Surabaya yang sebagian besar dilakukan oleh ormas yang belum terdaftar di Bakesbangpol. Sementara itu, ormas yang telah terdaftar dinilai lebih komunikatif dan kooperatif dalam menyampaikan aspirasi.
“Kami melihat banyak ormas yang tidak terdaftar justru aktif melakukan demonstrasi. Anehnya, mereka sering berganti nama, tetapi diisi oleh orang-orang yang sama. Ini harus diawasi agar tidak menimbulkan gesekan sosial,” ujar Yona.
Menanggapi hal itu, Kepala Bakesbangpol Kota Surabaya Tanjung Iswandar menyampaikan bahwa pihaknya akan memperluas jaringan pemantauan di lapangan dengan menurunkan petugas intelijen sosial untuk mendengarkan langsung dinamika aspirasi masyarakat dan ormas.
Baca Juga: APBD Surabaya 2026 Disahkan, Mampukah Target Ambisius Pemkot Tercapai?
“Kami akan memperkuat deteksi dini dan menempatkan personel di lapangan agar setiap potensi pergerakan sosial bisa diketahui sejak awal. Prinsip kami adalah pencegahan, bukan penindakan,” ujar Tanjung seusai rapat.
Tanjung menambahkan, Bakesbangpol akan terus memperkuat komunikasi dengan ormas resmi melalui forum pembinaan dan dialog berkala. Upaya itu diharapkan dapat membangun iklim keterbukaan dan mencegah kesalahpahaman di masyarakat.
Dalam rapat tersebut, Komisi A juga memberikan masukan agar mantan anggota Paskibraka Kota Surabaya dilibatkan dalam pelatihan calon Paskibraka tahun berikutnya. Menurut dewan, pengalaman para alumni dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk menumbuhkan disiplin dan semangat kebangsaan.
Baca Juga: Interupsi Setelah APBD Disahkan: Anggota DPRD Soroti Izin Rumah Kos dan Aset Pemkot yang Menganggur
Sementara itu, terkait rencana kerja dan anggaran Bakesbangpol tahun 2026, Tanjung menyebutkan bahwa alokasinya tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya. Fokus program akan tetap diarahkan pada pembinaan ideologi Pancasila, peningkatan wawasan kebangsaan, serta penguatan kemitraan dengan ormas dan lembaga masyarakat.
Komisi A berharap, langkah-langkah tersebut dapat memperkuat peran Bakesbangpol sebagai garda depan dalam menjaga stabilitas sosial dan politik di Kota Surabaya.(rizal)
Editor : Zainul Arifin