Modus Tipu Naker, Kerja Bhakti Beberapa Bulan

avatar Ali Sugiarto
Ilustrasi : menerima uang jasa masukkan tenaga kerja. (ist)
Ilustrasi : menerima uang jasa masukkan tenaga kerja. (ist)

B-news id - Bagi usia produktif, terutama di wilayah yang minim industri, lulus sekolah / kuliah bisa langsung kerja adalah prestise tersendiri bagi pribadi dan juga keluarganya.

Anton (27) warga Kabupaten Bojonegoro yang berbatasan dengan Cepu, Kabupaten Blora, dan sudah lulus kuliyah beberapa tahun, dan sudah menyebar puluhan lamaran kerja, namun belum ada satupun yang nyantol.

Kawasan sekitar Anton adalah masyarakat petani, dan sedikit pegawai serta pedagang.

Suatu ketika ada seseorang yang menawari untuk menjadi tenaga keamanan di salah satu tambang minyak, tentu saja dengan sedikit memberikan uang titipan, kalau jaman orde baru biasa disebut uang pelicin yang besarnya di tentukan oleh pemberi informasi sebesar Rp 10 juta, dengan upah bulanan sebesar Rp 3 juta.

Setelah rapat keluarga, dan keinginan bekerja dengan memakai seragam dan pendapatan bulanan yang pasti, maka keluarga Anton menyiapkan uang terimakasih sebesar Rp 10 juta itu hari esoknya.

Selang seminggu, Anton sudah memakai seragam keamanan di tambang minyak, tentu saja Anton sangat senang bisa bekerja meski jauh dari ijasahnya. Keluarga nya juga tambah bangga karena status bekerja dengan memakai seragam.

Namun, awal bulan ke 4, ternyata Anton diberhentikan dengan beragam alasan, baik karena kontrak dan juga attitude yang dianggap kurang sesuai.

"Keluarga sudah kadung bangga dengan bisa bekerja di lingkungan tambang meski tidak sesuai ijazah, ehh ternyata hanya kerja bhakti 3 bulan, kita keluar uang hassa Rp 10 juta, dapat bayaran Rp 9 juta, kita masih rugi uang dan waktu," ujar H Rokhim, orang tua Anton. (*)

Berita Terbaru