Blitar Bangkit, Pemkot Gelar Apel Kesiapsiagaan dan Deklarasi Damai 2025

avatar Sunyoto
Pemkot Gelar Apel Kesiapsiagaan dan Deklarasi Damai 2025. (ist)
Pemkot Gelar Apel Kesiapsiagaan dan Deklarasi Damai 2025. (ist)

BLITAR | B-news.id - Pemerintah Kota Blitar bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar apel kesiapsiagaan dan deklarasi damai tahun 2025 di halaman Balai Kota Blitar, Jumat (5/9/2025).

Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam merespons rentetan kerusuhan yang mengguncang Kota maupun Kabupaten Blitar beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Blitar Menenun Kebhinnekaan di Jalan Sehat HAB ke-80: 20 Ribu Warga Melangkah dalam Damai

Apel tersebut berlangsung dengan penuh khidmat, diikuti ratusan peserta yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM), organisasi masyarakat, organisasi keagamaan, mahasiswa, hingga tokoh pemuda.

Suasana apel semakin terasa khidmat dengan komitmen bersama untuk menjaga kedamaian dan stabilitas daerah.

Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, dalam amanatnya menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, pengalaman kerusuhan yang terjadi belum lama ini menjadi pelajaran berharga agar masyarakat lebih waspada terhadap potensi provokasi dan gangguan keamanan.

“Kerusuhan kemarin menjadi pelajaran berharga. Kita tidak boleh lengah, dan harus waspada sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan. Kita buktikan bahwa Blitar mampu bangkit dengan semangat persatuan dan menjaga kondusivitas kota Blitar,” tegas Wali Kota dalam sambutannya.

Ia menambahkan, deklarasi damai ini adalah wujud komitmen bersama untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

“Deklarasi ini bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua agar selalu kompak, mengaktifkan kembali pos kamling, serta mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi isu yang menyesatkan,” imbuhnya.

Apel kesiapsiagaan. (ist)

Baca Juga: Wawali Kota Blitar Elim Tyu Samba: 100 Persen Warga Kota Blitar Terdaftar Peserta JKN

Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menekankan pentingnya literasi digital di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Menurutnya, berita bohong atau hoaks sering kali menjadi pemicu gesekan sosial.

Oleh karena itu, masyarakat harus lebih cermat dalam menerima dan menyebarkan informasi di era digital.

Seusai apel, Forkopimda Kota Blitar, bersama unsur Kejaksaan, Pengadilan, FKDM, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga perwakilan masyarakat menandatangani piagam deklarasi damai.

Penandatanganan ini menjadi simbol komitmen seluruh pihak untuk menolak segala bentuk provokasi dan menjaga keamanan bersama.

Tokoh agama yang hadir dalam acara juga turut menyampaikan imbauannya. Mereka mengajak masyarakat untuk menahan diri, tidak mudah terprovokasi, serta menjadikan kerukunan sebagai landasan utama kehidupan sosial di Blitar.

Baca Juga: Wali Kota Blitar Syauqul Muhibin: Hari Pahlawan Harus Menyalakan Semangat Muda Menghadapi Tantangan Zaman

“Kedamaian bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga bagian dari ibadah kita sebagai umat beragama,” ucap salah satu tokoh agama.

Melalui kegiatan apel kesiapsiagaan dan deklarasi damai ini, Pemerintah Kota Blitar berharap tercipta suasana aman, damai, dan kondusif di seluruh wilayah. Stabilitas sosial menjadi syarat penting agar agenda pembangunan daerah dapat berjalan lancar menuju visi Blitar yang maju dan sejahtera di tahun 2025.

Dengan adanya sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, diharapkan Blitar mampu bangkit pasca-kerusuhan, serta menjadikan pengalaman pahit tersebut sebagai pemicu untuk semakin memperkuat persatuan.

“Mari kita buktikan bahwa Blitar adalah kota yang damai, berbudaya, dan siap menghadapi tantangan zaman dengan semangat gotong royong,” tutup Wali Kota.(*)

Berita Terbaru