Diklat Barbershop Resmi Ditutup,  Disnaker Blitar: Cetak Barber Bersertifikat di Era AI

avatar Sunyoto
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar resmi menutup kegiatan pendidikan dan pelatihan skema Hair Styling Cutting (Barbershop) bagi pencari kerja, Jumat (8/8/2025).(ist)
Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar resmi menutup kegiatan pendidikan dan pelatihan skema Hair Styling Cutting (Barbershop) bagi pencari kerja, Jumat (8/8/2025).(ist)

BLITAR | B-news.id - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar resmi menutup kegiatan pendidikan dan pelatihan skema Hair Styling Cutting (Barbershop) bagi pencari kerja, Jumat (8/8/2025).

Pelatihan yang berlangsung selama sembilan hari ini diikuti peserta dari berbagai kecamatan, dengan tujuan mencetak barber profesional yang siap bersaing di era Artificial Intelligence (AI).

Baca Juga: Disnaker Kab Blitar Gelar Pelatihan Barbershop  Bagi Pencari Kerja Muda

Plt Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, Nanang Adi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program SANG KAPTEN (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten) yang menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas.

“Kegiatan ini selaras dengan misi kepala daerah yang tertuang dalam RPJMD 2025–2029, yaitu membangun SDM inklusif, berakhlak, sehat, berpendidikan, berdaya saing, dan siap menyongsong Indonesia Emas,” ujar Nanang.

Menurutnya, pelatihan ini dikemas dengan pola 3 in 1, menggabungkan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi BNSP, dan magang di dunia usaha serta industri..

“Peserta tidak hanya belajar memotong rambut, tapi juga mendapatkan sertifikat resmi BNSP, lalu magang langsung di barbershop profesional,” jelasnya.

Pelaksanaan kegiatan dimulai pada 29 Juli hingga 8 Agustus 2025 di LPK Erlin Estetika International Institute Blitar untuk sesi pelatihan vokasi. Uji kompetensi BNSP dilakukan pada 8 Agustus 2025 di LPK Smart Junior oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) PARAS Surabaya. Selanjutnya, peserta akan menjalani magang selama lima hari, 9–15 Agustus 2025.

Nanang menegaskan, sertifikasi BNSP menjadi kunci penting bagi barber di tengah perkembangan AI. “Sertifikasi memberi pengakuan resmi atas kompetensi. Di era AI, pelanggan makin selektif. Barber yang punya sertifikat akan lebih dipercaya dan punya peluang kerja lebih luas, termasuk di barbershop premium,” katanya.

Baca Juga: 'Sang Kapten' Tingkatkan Daya Saing Teknisi Elektronika di Blitar

Ia juga memaparkan bahwa teknologi AI akan mengubah tren industri barbershop dalam 10 tahun mendatang, namun tidak akan menghapus peran barber manusia.

“AI bisa membantu desain gaya rambut, manajemen pelanggan, bahkan prediksi tren. Tapi sentuhan personal barber tetap tidak tergantikan,” ujarnya.

Sertifikasi BNSP, lanjut Nanang, juga membuka peluang wirausaha dan karier global. “Dengan sertifikat, barber bisa lebih mudah mendapatkan izin usaha atau melamar di luar negeri. Bahkan, ini bisa jadi pintu menuju sertifikasi internasional seperti American Crew,” tambahnya.

Salah satu peserta, Nanda Mohamad Junaidi, warga Desa Slorok, Kecamatan Garum, mengaku pelatihan ini menjadi pengalaman berharga.

Baca Juga: Disnaker Blitar Gelar Pelatihan Makeup Artis bagi Pencari Kerja Muda

“Saya benar-benar senang bisa ikut. Sebagai pemula, banyak sekali ilmu baru yang saya dapatkan, mulai dari teknik memotong rambut, melayani pelanggan, sampai manajemen usaha,” kata Nanda.

Ia menambahkan, pelatihan ini membuatnya lebih percaya diri untuk membuka usaha barbershop di desanya. “Dulu saya cuma bisa potong seadanya. Sekarang saya tahu standar profesionalnya. Apalagi saya dapat sertifikat BNSP, ini bisa jadi modal untuk usaha,” ujarnya dengan senyum lebar.

Pemerintah Kabupaten Blitar berharap, lulusan pelatihan ini bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di bidang jasa. Dengan keterampilan dan sertifikasi yang dimiliki, mereka diharapkan mampu bersaing, beradaptasi dengan teknologi, dan memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan.

“Tujuan akhirnya sederhana, kami ingin anak-anak muda di Blitar punya keterampilan yang diakui, peluang kerja yang jelas, dan masa depan yang cerah,” tutup Nanang.(*)

Berita Terbaru