Pelatihan Sertifikasi dan Magang Wujudkan SDM Siap Kerja

'Sang Kapten' Tingkatkan Daya Saing Teknisi Elektronika di Blitar

avatar Sunyoto
Program SANG KAPTEN merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai dan tersertifikasi. (ist)
Program SANG KAPTEN merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai dan tersertifikasi. (ist)

BLITAR | B-news.id - Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Blitar kembali mendapat perhatian serius melalui pelaksanaan program SANG KAPTEN (Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten).

Salah satu pelatihan yang baru saja ditutup pada Selasa, 22 Juli 2025, adalah pelatihan berbasis klaster kompetensi dengan skema pemeliharaan dan perbaikan elektronika rumah tangga

Baca Juga: Blitar Bangun 13 Infrastruktur Tani dari Dana Cukai 2025, Produktivitas Petani Tembakau Digenjot

Kegiatan ini berlangsung di LPK Sound Electric, Desa Kendalrejo, Kecamatan Talun.

Program SANG KAPTEN merupakan bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Blitar untuk menyiapkan tenaga kerja yang siap pakai dan tersertifikasi.

Hal ini sejalan dengan misi Kepala Daerah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Blitar Tahun 2025–2029, yaitu peningkatan kualitas SDM yang inklusif, berakhlak, sehat, dan berdaya saing tinggi.

Pelatihan ini dirancang dengan pendekatan pola 3 in 1, yang mengintegrasikan pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, dan magang kerja dalam satu rangkaian kegiatan.

Pendekatan ini dianggap efektif untuk membekali peserta tidak hanya dengan pengetahuan dan keterampilan teknis, tetapi juga pengalaman langsung di dunia kerja.

Tahap pertama adalah pelatihan vokasi yang dilaksanakan selama 13 hari, mulai 7 hingga 21 Juli 2025. Pelatihan difasilitasi oleh instruktur profesional dari Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Sound Electric yang bertempat di Desa Kendalrejo Kecamatan Talun Kabupatena Blitar.

Materi pelatihan mencakup teori dan praktik dasar-dasar elektronika rumah tangga, seperti perbaikan mesin cuci, dispenser, setrika listrik, dan peralatan lainnya.

Selanjutnya, pada 22 Juli 2025, peserta mengikuti uji kompetensi yang diselenggarakan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Elektronika Nasional dari Surabaya.

program pelatihan, sertifikasi, magang wujudkan SDM siap kerja. (ist)

Uji kompetensi ini merupakan bagian penting dari proses sertifikasi yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), yakni SKKNI Nomor KEP.44/MEN/III/2011 dan KEP.153/MEN/VIII/2010.

Pelatihan ini diikuti oleh 18 peserta terpilih, yang terdiri dari 3 orang dari keluarga petani tembakau dan 15 orang hasil rekrutmen umum dari total 58 pendaftar.

Baca Juga: Lewat DBHCHT Tahun 2025, Dinkes Kabupaten Blitar Pastikan Ketersediaan Obat Cukup

Seluruh pembiayaan kegiatan ini bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dikelola oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar tahun anggaran 2025.

Plt. Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Nanang Adi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam mencetak tenaga kerja lokal yang mampu bersaing di dunia industri.

“Kami ingin anak-anak muda di Kabupaten Blitar punya keterampilan nyata dan sertifikat resmi. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi jembatan menuju dunia kerja yang sesungguhnya,” ujarnya saat menutup kegiatan di Talun.

Setelah dinyatakan kompeten oleh asesor LSP, para peserta akan melanjutkan tahap ketiga, yaitu magang kerja yang akan berlangsung dari tanggal 23 hingga 27 Juli 2025.

Magang ini akan ditempatkan di berbagai unit usaha dan industri yang relevan dengan bidang elektronika rumah tangga, sebagai sarana pemantapan keahlian dan adaptasi lingkungan kerja.

Skema sertifikasi yang digunakan dalam pelatihan ini menekankan pada lima kompetensi teknis utama. Pertama adalah kemampuan diagnosis kerusakan, yakni keterampilan mengidentifikasi penyebab kerusakan pada alat elektronik rumah tangga secara akurat. Kedua, pemeliharaan atau preventive maintenance untuk mencegah kerusakan dini.

Baca Juga: Didukung DBHCHT, Dinkes Kab Blitar Genjot Pembenahan Pustu dan Puskesmas Hingga Akhir 2025

Ketiga adalah keterampilan dalam melakukan perbaikan langsung terhadap berbagai alat, seperti setrika, penanak nasi, pemanas air, hingga vacuum cleaner. Keempat, kemampuan menggunakan alat ukur elektronik sebagai alat bantu analisis dan perbaikan. Kelima, pemahaman dan penerapan standar keselamatan kerja sesuai regulasi yang berlaku.

Sertifikasi ini bertujuan memastikan para teknisi memiliki kompetensi yang sesuai dengan standar industri, baik di tingkat nasional maupun internasional. Bahkan, sertifikat yang dikeluarkan oleh BNSP ini telah diakui di tingkat ASEAN melalui skema Mutual Recognition Arrangement (MRA), yang membuka peluang kerja lintas negara.

Lebih jauh, manfaat sertifikasi ini sangat besar. Selain memberikan pengakuan resmi atas keahlian, sertifikat BNSP juga meningkatkan kredibilitas para teknisi di mata pelanggan dan pemberi kerja. Ini menjadi nilai tambah yang penting di tengah tingginya kebutuhan akan tenaga kerja terampil di bidang servis elektronika.

Sertifikasi juga membuka akses lebih luas ke pasar kerja lokal maupun global. Seorang teknisi bersertifikat memiliki kemungkinan lebih besar untuk diterima bekerja di perusahaan besar, bahkan berwirausaha secara mandiri dengan daya saing lebih tinggi. Di sisi lain, industri pun diuntungkan dengan hadirnya tenaga kerja profesional yang siap pakai.

Dalam konteks regulasi, kegiatan ini juga mendukung amanat Undang-Undang Ketenagakerjaan yang menekankan pentingnya pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja melalui sertifikasi resmi. Selain meningkatkan kualitas kerja, hal ini juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan efisien.

Dengan pelatihan ini, Pemerintah Kabupaten Blitar berharap dapat terus mencetak SDM unggul yang mampu menjawab tantangan dunia kerja modern, terutama dalam bidang teknologi dan elektronika. Program SANG KAPTEN menjadi salah satu langkah nyata dalam membangun generasi muda yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045.(*)

Berita Terbaru