Optimalkan Dana Desa 2025, Pemdes Tumpakoyot Bangun TPT Rp201Juta untuk Cegah Longsor

avatar Sunyoto
Optimalkan Dana Desa 2025, Pemdes Tumpakoyot Bangun TPT Rp201Juta untuk Cegah Longsor. (Ist)
Optimalkan Dana Desa 2025, Pemdes Tumpakoyot Bangun TPT Rp201Juta untuk Cegah Longsor. (Ist)

BLITAR | B-news id -  Pemerintah Desa Tumpakoyot, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, memulai pembangunan Talut Penahan Tanah (TPT) sebagai bagian dari optimalisasi penggunaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025.

Pembangunan infrastruktur ini difokuskan pada jalur penghubung antara Dusun Sumbersari dan Dusun Tulungsari. Panjang total talut mencapai 135,5 meter, dengan anggaran sebesar Rp201.195.100 yang sepenuhnya bersumber dari Dana Desa.

Baca Juga: Ketua DPD Ormas Bidik Jatim Tekankan Transparansi Penggunaan Dana Desa

Kepala Desa Tumpakoyot, Supriono, menjelaskan bahwa proyek pembangunan TPT ini telah dirancang sebagai program prioritas dalam Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2025.

Menurutnya, pembangunan talut sangat mendesak karena kondisi geografis wilayah yang rawan longsor, terutama saat musim hujan dengan curah yang tinggi.

"Jalan ini merupakan akses utama masyarakat Dusun Sumbersari dan Tulungsari. Kami khawatir jika tidak segera dibangun talut, jalan bisa longsor dan terputus," ujarnya, Senin (30/6/2025).

Lebih lanjut Supriono menambahkan bahwa keberadaan talut tidak hanya untuk mitigasi bencana, tetapi juga untuk mendukung kelancaran arus transportasi dan kegiatan ekonomi masyarakat desa.

“Kami berharap pembangunan ini bisa memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan mobilitas warga antar dusun,” tambahnya.

Ketua Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Desa Tumpakoyot, Eko Jauri, memaparkan bahwa pembangunan talut dilakukan di tujuh titik berbeda sepanjang jalan penghubung dua dusun tersebut.

Pemerintah Desa Tumpakoyot, Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, memulai pembangunan Talut Penahan Tanah (TPT) sebagai bagian dari optimalisasi penggunaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2025. (Ist) 

Setiap titik memiliki spesifikasi teknis seragam, yakni lebar dasar 1 meter, tinggi 3,15 meter, dan lebar atas 40 sentimeter. Material yang digunakan menyesuaikan dengan kontur tanah dan kebutuhan teknis lapangan.

“Pembangunan dilakukan dengan sistem padat karya tunai desa (PKTD) yang melibatkan tenaga kerja lokal. Hal ini sekaligus memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga,” kata Eko.

Menurut Eko, pemilihan titik-titik pembangunan talut telah melalui kajian teknis berdasarkan potensi kerawanan longsor di sepanjang jalur tersebut.

Proyek ini ditargetkan rampung dalam beberapa minggu ke depan, menyesuaikan dengan kondisi cuaca dan ketersediaan material bangunan.

Pemerintah Desa Tumpakoyot juga memastikan pengawasan dilakukan secara ketat agar kualitas pembangunan sesuai dengan standar teknis yang telah ditentukan.

Dengan dibangunnya talut tersebut, warga berharap infrastruktur jalan desa akan lebih aman dan tahan terhadap bencana, terutama saat musim penghujan tiba.

Pemdes Tumpakoyot menegaskan komitmennya untuk terus menggunakan Dana Desa secara tepat sasaran dan transparan demi kemajuan desa serta kesejahteraan masyarakat.*

Berita Terbaru