BLITAR | B-news.id - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Organisasi Masyarakat (Ormas) Bidik Jawa Timur, Sultan Abimanyu, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan anggaran Dana Desa (DD) di wilayah Jawa Timur.
Hal ini disampaikan setelah melakukan investigasi di salah satu desa di Kabupaten Blitar. Dalam investigasi tersebut, Sultan Abimanyu menemukan adanya dugaan penggunaan Dana Desa yang kurang tepat sasaran dan berpotensi merugikan masyarakat.
Baca Juga: Sedekah Bumi Plandirejo: Doa yang Menyatu dengan Tanah, Jejak Leluhur yang Menjadi Wisata Jiwa
Dalam temuan investigasinya, Sultan Abimanyu menyebutkan bahwa sejumlah proyek pembangunan fisik di desa tersebut tampak terbengkalai dan tidak berjalan sesuai harapan. Padahal, dana yang dialokasikan seharusnya dapat bermanfaat langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa.
“Kami melihat ada beberapa proyek yang tidak diprioritaskan dengan baik, sehingga hasil pembangunannya tampak tidak progresif dan akhirnya terbengkalai,” ujarnya, Selasa (17/9).
Menurut Sultan Abimanyu, salah satu hal penting yang harus diperhatikan adalah peruntukan Dana Desa yang harus tepat sasaran. Penggunaan dana tersebut harus didasarkan pada kebutuhan utama masyarakat desa dan diarahkan pada program-program yang dapat memberikan dampak nyata.
“Dana Desa bukan hanya untuk pembangunan fisik semata, tetapi juga harus memperhatikan aspek sosial dan ekonomi masyarakat desa. Prioritas penggunaannya harus jelas, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi warga desa,” tambahnya.
Lebih lanjut, Sultan Abimanyu menekankan bahwa pengawasan terhadap penggunaan Dana Desa perlu ditingkatkan. Pengawasan yang ketat sangat penting untuk memastikan bahwa anggaran digunakan secara efisien dan tidak disalahgunakan.
Hal ini penting agar setiap rupiah yang dianggarkan benar-benar memberikan dampak positif bagi pembangunan desa.
“Kami mengajak semua pihak untuk terlibat dalam mengawasi penggunaan Dana Desa. Dengan pengawasan yang baik, kita bisa mencegah adanya penyimpangan atau penyalahgunaan anggaran,” kata Sultan Abimanyu.
Selain pengawasan dari pihak pemerintah, ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pengawasan ini.
Menurutnya, masyarakat desa memiliki peran besar dalam memastikan bahwa Dana Desa digunakan dengan benar. Sultan Abimanyu berharap masyarakat dapat lebih aktif dalam mengawasi dan mengkritisi penggunaan dana yang dialokasikan untuk mereka.
Baca Juga: Pemkab Blitar Akan Serahkan SK kepada 1.720 P3K Paruh Waktu pada 19 Desember 2025
“Dana Desa adalah hak masyarakat. Oleh karena itu, masyarakat juga harus ikut mengawasi bagaimana anggaran tersebut digunakan,” tegasnya.
Sebagai organisasi yang fokus pada pengawasan tindak pidana korupsi, Ormas Bidik Jatim berkomitmen untuk terus memantau jalannya pemerintahan, baik di dalam maupun di luar lingkungan pemerintahan desa.
Mereka berupaya mendorong pemerintah daerah untuk lebih terbuka dalam pengelolaan Dana Desa, sehingga tercipta transparansi yang lebih baik.
“Kami terus melakukan advokasi agar pemerintah desa lebih transparan dalam pengelolaan anggaran. Ini penting untuk menjaga kepercayaan masyarakat,” ujar Sultan Abimanyu.
Ia juga mengungkapkan bahwa ada banyak desa di Jawa Timur yang belum sepenuhnya mengoptimalkan alokasi Dana Desa sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
Banyak desa yang, menurutnya, belum mampu menyesuaikan prioritas pembangunan dengan kebutuhan masyarakat desa itu sendiri.
Baca Juga: DPUPR Kabupaten Blitar Dorong Proyek Infrastruktur Tepat Waktu dan Berkelanjutan
Hal ini menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah desa bersama seluruh elemen masyarakat.
Dengan adanya peningkatan pengawasan dan partisipasi aktif masyarakat, Sultan Abimanyu yakin bahwa tujuan pembangunan desa yang berkelanjutan akan lebih mudah tercapai.
“Kami berharap dengan adanya pengawasan yang baik, pembangunan desa di Jawa Timur bisa lebih cepat berkembang dan memberikan dampak positif yang langsung dirasakan oleh masyarakat,” harapnya.
Sebagai penutup, Sultan Abimanyu menegaskan kembali pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penggunaan Dana Desa. Dengan pengelolaan yang baik dan pengawasan yang tepat, ia optimis desa-desa di Jawa Timur dapat berkembang lebih cepat dan membawa kesejahteraan bagi seluruh warganya.
Ormas Bidik Jatim akan terus melakukan pemantauan dan memberikan masukan kepada pemerintah desa agar Dana Desa benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat. (agt DPD Bidik Jatim/sun)
Editor : Zainul Arifin