Bupati Gus Barra Gelar Monev, Usai Luncurkan UHC BPJS 100%, Pastikan Pelayanan Kesehatan Optimal

avatar Eko Purbo
Bupati Gus Barra bersama Wakil Bupati Rizal Octavian gelar Monev usai luncurkan UHC BPJS 100% di SBK. (ist)
Bupati Gus Barra bersama Wakil Bupati Rizal Octavian gelar Monev usai luncurkan UHC BPJS 100% di SBK. (ist)

KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Untuk mewujudkan pelayanan kesehatan yang optimal dan merata bagi seluruh masyarakat Kabupaten Mojokerto, Bupati Mojokerto Muhammad Al Barra, gencar merealisasikan program Universal Health Coverage (UHC) Prioritas 100%.

Kali ini, Gus Barra menggelar monitoring dan evaluasi (monev) bersama dengan para Kepala Puskesmas (Kapus) di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto.

Baca Juga: KemenHAM dan Pemkab Mojokerto Pastikan Evaluasi Total Pasca Insiden Dugaan Keracunan

Dengan didampingi oleh Wakil Bupati M. Rizal Octavian, Gus Barra mengajak para undangan monev yang notabene adalah jajaran pimpinan tenaga medis, agar memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada seluruh pasien, khususnya masyarakat Kabupaten Mojokerto.

Himbauan tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya berdasarkan data dari Pemkab Mojokerto, jumlah kepesertaan BPJS Kesehatan Kabupaten Mojokerto telah menyentuh angka 1.141.807 jiwa, atau bila dipresentasekan mencapai angka 98,76%, dengan tingkat keaktifan peserta sebesar 80,81% atau sejumlah 922.689 peserta aktif.

"Mari kita tingkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, karena pengaplikasian (keanggotaan BPJS Kesehatan) sudah meningkat, agar tidak ada lagi warga yang mengeluh terkait penanganan kesehatan," bebernya pada Jumat, (11/4) pagi.

Baca Juga: Resmi Lantik Tiga Pejabat Tinggi Pratama, Gus Bupati : Hindari Pola Kerja Sektoral Perkuat Sinergitas 

Bupati Mojokerto itu melanjutkan, bahwa akhir-akhir ini akun sosial media yang dimilikinya kerap mendapatkan keluhan tentang penanganan kesehatan kepada masyarakat, apalagi setelah peluncuran program UHC BPJS Kesehatan 100�berapa hari lalu.

Oleh karena itu, para pimpinan fasilitas kesehatan diminta untuk selalu fokus dan optimal sesuai dengan tupoksinya masing-masing, tidak hanya pada tingkat Puskesmas, namun juga untuk fasilitas kesehatan yang lain, seperti Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), klinik kesehatan, maupun DPP (Dokter Praktek Pribadi). Kedepannya apabila masih terdapat keluhan terkait pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan mitra BPJS Kesehatan (Faskes), Bupati Mojokerto itu akan turun langsung untuk mengkonfirmasi dan meninjau fakta di lapangan

"Nanti saya akan turun langsung (ke Faskes) jika ada keluhan dari masyarakat, akan saya tanya (konfirmasi) apa benar permasalahan yang dikeluhkan tersebut," ucap Gus Barra.

Baca Juga: Apel Penerimaan KKN-BBK Unair, Gus Bupati Harap Mahasiswa Bawa Program Inovatif dan Berkelanjutan

Monev yang digelar di Smartroom Satya Bina Karya Pemkab Mojokerto itu berlangsung interaktif dengan adanya sesi diskusi yang membahas beberapa isu atau kendala yang terjadi.

Tampak beberapa jajaran Pimpinan Pemkab yang turut hadir adalah Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto Ulum Rohmat, Kepala Cabang BPJS Mojokerto Elke Winasari, Direktur RSUD Prof. dr. Soekandar dan RSUD R.A Basoeni, serta 27 Kepala Puskesmas Se-Kabupaten Mojokerto. (*)

Berita Terbaru