BLITAR | B-news.id - Sae Ramadan Festival 2025 resmi dibuka oleh Wali Kota Blitar yang baru, Syauqul Muhibbin, S.H.I., bersama Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba, dalam sebuah seremoni meriah di Pasar Legi pada Selasa, 4 Maret 2025.
Festival ini menjadi salah satu acara yang dinantikan masyarakat sebagai bagian dari perayaan Ramadan di Kota Blitar.
Baca Juga: Blitar Menenun Kebhinnekaan di Jalan Sehat HAB ke-80: 20 Ribu Warga Melangkah dalam Damai
Festival pertama ini turut dihadiri oleh Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah, Ketua DPRD dan Komisi 1 DPRD Kota Blitar, Staf Ahli, seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta Camat dan Lurah se-Kecamatan Sukorejo.
Kehadiran berbagai pejabat daerah menunjukkan dukungan penuh terhadap acara yang bertujuan menghidupkan kembali geliat ekonomi Pasar Legi.
Antusiasme masyarakat begitu tinggi dalam menyambut festival ini. Berbagai kegiatan menarik telah disiapkan, termasuk pertunjukan musik Islami, bazar kuliner khas Ramadan, serta pembukaan kembali tenant di lantai 2 Pasar Legi.
Sebagai puncak acara pembukaan, masyarakat yang hadir juga turut serta dalam kegiatan buka puasa bersama, menambah kehangatan suasana Ramadan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Syauqul Muhibbin menekankan bahwa festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga memiliki makna lebih dalam sebagai upaya membangkitkan kembali perekonomian di Pasar Legi.
“Sae Ramadan Festival bukan hanya tempat berkumpul, tetapi juga wadah bagi UMKM untuk berkembang serta sarana memperkuat nilai-nilai kebersamaan di bulan penuh berkah ini. Ini adalah langkah awal untuk menghidupkan kembali Pasar Legi,” ujar Syauqul.
Festival ini digelar selama hampir satu bulan, mulai dari 2 Maret hingga 28 Maret 2025. Lebih dari 35 stan kuliner dan kerajinan dihadirkan, sebagian besar diisi oleh pelaku usaha kecil dan menengah.
Keberagaman produk yang ditawarkan diharapkan dapat menarik pengunjung lebih banyak dan memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal.
Selain bazar kuliner dan produk UMKM, Sae Ramadan Festival 2025 juga menyuguhkan berbagai kegiatan menarik. Di antaranya adalah pertunjukan hadrah, kajian keagamaan Ramadan, serta berbagai hiburan Islami yang menambah nuansa religius dalam acara ini.
Pemerintah Kota Blitar berharap festival ini menjadi ajang yang mampu mempererat silaturahmi antarwarga.
Sejak hari pertama pelaksanaan, suasana Pasar Legi terlihat semakin hidup. Pengunjung memadati area festival untuk berburu takjil, menikmati pertunjukan musik Islami, hingga berbelanja berbagai produk dari UMKM lokal.
Kehadiran festival ini menjadi momentum kebangkitan bagi Pasar Legi yang selama ini mengalami tantangan dalam menarik minat pengunjung.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Blitar, Hakim Sisworo, menyampaikan rasa optimisnya terhadap dampak positif dari acara ini. Ia menjelaskan bahwa festival ini diselenggarakan di dua titik, yaitu di samping Kantor Wali Kota dan di Pasar Legi.
Baca Juga: Wawali Kota Blitar Elim Tyu Samba: 100 Persen Warga Kota Blitar Terdaftar Peserta JKN
“Lantai 2 Pasar Legi masih kosong sekitar 70%, dan ini menjadi tantangan tersendiri. Dengan adanya event ini, diharapkan para tenant bisa bangkit kembali, sehingga Pasar Legi semakin ramai dan hidup. Prinsip dasar pasar rakyat adalah ‘ojok ilang kumandange’ (jangan sampai kehilangan gema),” ujar Hakim.
Pemerintah Kota Blitar berharap dengan konsep yang lebih inovatif dan partisipasi luas dari berbagai elemen masyarakat, festival ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi warga Kota Blitar dan sekitarnya. Selain sebagai ajang hiburan dan perayaan Ramadan, acara ini juga berfungsi sebagai penggerak ekonomi lokal yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Sae Ramadan Festival 2025 juga menjadi simbol kebangkitan Pasar Legi sebagai salah satu pusat perdagangan utama di Kota Blitar. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung dan pedagang yang berpartisipasi, diharapkan ke depannya pasar ini bisa semakin berkembang dan menjadi pusat ekonomi yang lebih kuat.
Pemerintah daerah berkomitmen menjadikan Sae Ramadan Festival sebagai agenda tahunan yang semakin berkembang dari tahun ke tahun. Dengan melibatkan lebih banyak pihak, baik dari sektor pemerintah maupun swasta, festival ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang memperkuat identitas budaya Kota Blitar sebagai kota yang religius dan berdaya saing tinggi.
Dengan suksesnya pembukaan festival ini, masyarakat pun berharap agar kegiatan serupa bisa terus berlanjut dengan skala yang lebih besar dan lebih baik lagi. Semangat kebersamaan, keberagaman budaya, dan kemajuan ekonomi lokal menjadi tujuan utama yang ingin dicapai melalui perayaan Ramadan ini. (ADV/kmfkota)
Editor : Zainul Arifin