PT PLN NP UP Gresik Gelar Pelatihan Pemanfaatan Limbah Botol Air Menjadi Sapu

avatar Ali Sugiarto
Ibu- ibu berlatih memproses botol bekas air minum menjadi sapu. (ist)
Ibu- ibu berlatih memproses botol bekas air minum menjadi sapu. (ist)

GRESIK | B-news.id - Langkah nyata dalam mengurangi sampah yang tidak bisa diurai oleh alam, terutama sampah dari plastik adalah dengan mengubah plastik bekas pakai menjadi alat yang berguna dan mempunyai nilai ekonomis. 

Seperti kita ketahui jumlah sampah plastik setiap tahunnya mengalami kenaikan yang sangat signifikan, salah satunya adalah sampah botol air mineral hasil konsumsi sehari hari. 

Baca Juga: Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Gending Bersama PT PLN NP UP Gresik

Dampaknya jika sampah plastik tidak segera dikelola maka akan terjadi timbunan sampah yang bisa mencemari lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan manusia karena mikroplastik yang terkandung di dalamnya akan terhirup atau larut ke dalam air tanah.

Maka untuk meminimalisir hal itu PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gresik memberikan edukasi lingkungan khususnya terkait pengelolaan sampah bagi masyarakat sekitar. 

 PT PLN NP UP Gresik juga menginisasi pembuatan bank sampah di empat desa sekitar yaitu Desa Kramatinggil, Desa Sidorukun, Desa Pulopancikan, dan juga Kelurahan Gending. 

Baca Juga: Diklat Barbershop Gelombang Kedua Resmi Ditutup Disnaker Kabupaten Blitar

Selain menginisiasi pembuatan bank sampah, PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan Gresik juga aktif memberikan pelatihan pemanfaatan sampah, salah satunya adalah kegiatan pelatihan pembuatan sapu dengan memanfaatkan limbah sampah botol air mineral. 

Kegiatan yang di laksanakan pada Kelurahan Gending, diikuti oleh 40 peserta kader lingkungan. Narasumber pada kegiatan tersebut adalah Bapak Rasmadi penggiat lingkungan yang sudah memiliki banyak pengalaman dari Surabaya. Berlangsung akhir pekan kemarin. 

Baca Juga: Kadis Kopukmperindag Ani, Tutup Bimtek SOM dan SOP Koperasi Merah Putih Se-Kota Mojokerto

Pembuatan sapu lantai diawali dengan memintal botol plastik menjadi serutan sehingga dapat diikan dengan tali senar dan dimasukan ke dalam lakop sapu, setelah terpasang semuanya terakhir gagang sapu dipasangkan ke pangkal lakop sapu. Nantinya sapu lantai dari botol bekas tersebut akan menjadi souvenir saat ada kunjungan edutainment ke Kelurahan Gending.

 “Kegiatan ini memberikan banyak sekali manfaat, selain untuk mengurangi sampah botol plastik, hasil pelatihan ini yaitu sapu lantai bisa dijual untuk menambah nilai ekonomi bagi ibu-ibu dan juga bisa dijadikan souvenir bagi peserta edutainment di Kelurahan Gending,” ujar Satriyo Manager Business Support PT PLN NP UP Gresik. (*)

Berita Terbaru