BLITAR | B-news.id - Pendidikan dan Pelatihan Skema Styling Cutting (Barbershop) Gelombang Kedua resmi ditutup oleh Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar pada Rabu (3/9/2025).
Penutupan ini dilaksanakan setelah para peserta mengikuti pelatihan intensif selama sepuluh hari, mulai 21 hingga 30 Agustus 2025.
Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di Kabupaten Blitar
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar, Ivong Berttyanto, menyampaikan bahwa pelatihan barbershop ini menjadi salah satu upaya diversifikasi ekonomi daerah.
“Perekonomian Kabupaten Blitar saat ini masih sangat bergantung pada sektor pertanian. Berdasarkan data BPS Blitar tahun 2024, kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai 47,90 persen, dengan pertanian sendiri menyumbang 54,54 persen. Ketergantungan ini membuat ekonomi rentan terhadap gejolak alam. Maka dari itu, penguatan sektor jasa, termasuk barbershop, menjadi sangat mendesak,” jelasnya.
Menurut Ivong, sektor jasa memiliki potensi besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dan pariwisata di Blitar. Ia menegaskan, pelatihan barbershop bukan hanya melatih keterampilan teknis, tetapi juga membuka lapangan kerja baru yang selaras dengan misi pembangunan daerah.
“Kegiatan ini adalah bagian dari program Sertifikasi Angkatan Kerja Kompeten atau SANG KAPTEN. Program ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang siap kerja dan tersertifikasi, sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan industri,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan program SANG KAPTEN ini sejalan dengan misi kepala daerah yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Blitar 2025–2029.
“Misi kami jelas, yaitu membangun sumber daya manusia yang inklusif, berakhlak, sehat jasmani dan rohani, berpendidikan baik, serta memiliki daya saing. Dengan begitu, generasi muda Blitar bisa siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutur Ivong.
Program SANG KAPTEN tahun 2025 dikemas dalam pola 3 in 1 yang mengintegrasikan tiga elemen utama. Pertama, pelatihan vokasi oleh instruktur Lembaga Pelatihan Kerja (LPK). Kedua, sertifikasi kompetensi oleh asesor dari Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) terlisensi BNSP. Ketiga, magang kerja di Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) terkait program studi pelatihan.
Pelatihan vokasi berlangsung mulai 21 Agustus hingga 2 September 2025 di LPK Smart Junior, Kanigoro. Selanjutnya, uji kompetensi BNSP digelar pada 3 September 2025 di tempat yang sama oleh LSP Pariwisata, Aestetika, dan SPA (PARAS) Surabaya.
Setelah itu, peserta dijadwalkan melaksanakan magang kerja di barbershop mitra pada 4 hingga 8 September 2025.
Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD
Peserta program pelatihan barbershop gelombang kedua ini berjumlah 20 orang. Mereka merupakan hasil penjaringan secara online dan juga dari keluarga petani tembakau yang menjadi sasaran kegiatan dengan pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Dari total peserta, lima orang berasal dari keluarga petani tembakau, sementara 15 orang lainnya adalah hasil rekrutmen umum.
Animo masyarakat terhadap pelatihan ini cukup tinggi. Ivong mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar mencapai 293 orang. “Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa minat generasi muda terhadap profesi barber sangat besar. Namun, karena kuota terbatas, kami hanya bisa menerima 20 peserta pada gelombang kedua ini,” katanya.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, program ini juga memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam hal peningkatan daya saing. “Dengan sertifikasi BNSP, para peserta mendapat legitimasi dan pengakuan profesional. Mereka bisa bekerja di barbershop premium, membuka usaha mandiri, bahkan bersaing di pasar global,” terang Ivong.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pelatihan barbershop ini juga berperan penting dalam mendukung diversifikasi ekonomi lokal. “Dengan adanya barbershop profesional, kita bisa meningkatkan PDRB sektor jasa. Barbershop tidak hanya melayani pelanggan lokal, tapi juga bisa menarik wisatawan yang datang ke Blitar. Hal ini sekaligus memperkuat ekonomi kreatif dan pariwisata daerah,” ucapnya.
Program ini juga diharapkan mampu membantu penyerapan tenaga kerja sekaligus mengurangi angka pengangguran. “Dengan melibatkan pemuda, perempuan, dan keluarga petani tembakau, program ini dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peluang kerja dan kewirausahaan. Inilah wujud nyata dari pemberdayaan masyarakat,” tegas Ivong.
Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar
Tak hanya itu, pelatihan juga mengajarkan peserta untuk beradaptasi dengan era digital. Para barber didorong untuk memanfaatkan teknologi modern seperti aplikasi reservasi pelanggan dan tren layanan berbasis kecerdasan buatan. “Kita ingin agar profesi barber tetap relevan mengikuti perkembangan zaman,” tambahnya.
Hal menarik lainnya adalah keterlibatan perempuan dalam program ini. Menurut Ivong, keikutsertaan perempuan merupakan langkah penting untuk memperluas akses di sektor jasa yang selama ini didominasi laki-laki.
“Keterlibatan perempuan dalam pelatihan ini akan mendorong kesetaraan gender dan memperkuat pemberdayaan ekonomi keluarga. Mereka bisa menjadi agen perubahan dalam mematahkan stereotip,” ungkapnya.
Sebagai penutup, Ivong menyampaikan bahwa peluang bagi barber perempuan di Kabupaten Blitar sangat menjanjikan. Dengan dukungan program SANG KAPTEN yang memberikan keterampilan teknis, sertifikasi profesional, serta pengalaman magang kerja, para barber perempuan memiliki kesempatan besar untuk berkontribusi dalam ekonomi kreatif, pariwisata, dan pemberdayaan perempuan.
“Ke depan, mereka bukan hanya bisa membuka usaha mandiri, tapi juga bersaing di pasar global. Program ini tidak hanya membuka karier baru, tetapi juga memperkuat posisi perempuan sebagai penggerak ekonomi lokal menuju visi Indonesia Emas 2045," pungkasnya.(*)
Editor : Zainul Arifin