Mantan Panwascam dan PPK Beberkan Pelanggaran Yang Mungkin Terjadi Pada Pilkada 2024

avatar b-news.id
Mantan Panwascam dan PPK, Ali Sugiarto dalam pengawasan partisipasi ormas. (ist)
Mantan Panwascam dan PPK, Ali Sugiarto dalam pengawasan partisipasi ormas. (ist)

GRESIK | B-news.id  - Jelang pelaksanaan pilkada baik untuk propinsi maupun kabupaten, Bawaslu di setiap tingkatan baik di kabupaten maupun di kecamatan gencar melakukan sosialisasi atau pertemuan dengan kelompok masyarakat terkait pengawasan partisipasi. 

Panwaslu Kecamatan Duduksampeyan juga melakukan hal yang sama dengan mengundang kelompok masyarakat, antara lain : NU, Muslimat, Fatayat, Ansor, Muhammadiyah, Aisiyah, Nasiatul Aisiyah, Pemuda Muhammadiyah, Pemuda Pancasila, Karang taruna, dan beberapa kelompok yang lain. 

Baca Juga: Cabup Gresik Fandi Akhmad Yani dan Istri Nyoblos di TPS 16 Desa Randuagung

Ketua Panwascam Duduksampeyan, Ahmad Munir dalam sambutannya menyampaikan bahwa pilkada mesti berjalan dengan sukses dan meminimalisir pelanggaran. 

"Kita di amanahkan untuk mengawasi jalannya pemilihan baik gubernur maupun bupati, dan jumlah pengawas tidak sebanding dengan jumlah penduduk, sehingga butuh partisipasi dan sekaligus informasi dari warga masyarakat apa bila ada dugaan pelanggaran, " terang Munir. Rabu malam (30/10). 

Baca Juga: KPU Gresik Ajak PPK, PPS dan KPPS Sukseskan Pilkada Serentak Dengan Simulasi

Nara sumber yang di hadirkan dalam kesempatan tersebut adalah mantan Panwascam beberapa periode dan PPK Kebomas, dalam paparannya banyak mengetengahkan pelanggaran yang sangat mungkin terjadi namun warga merasa itu hal yang lumrah. 

"Biasanya ibu ibu saat belanja baik di pasar maupun di tukang sayur, sambil ngerumpi ada salah satu yang mempengaruhi pemilih yang lain dengan memberikan sesuatu baik berupa baju, uang maupun hadiah yang lain", papar Sugiarto. 

Baca Juga: Debat Pilkada Gresik Kurang Greget, Sejumlah Masyarakat Menilai Tidak Puas

Menghadapi pribadi yang memberikan uang serta yang menerima uang, mesti punya trik tersendiri, rata rata mereka tidak mau di periksa oleh jajaran Bawaslu, dan kadang si penerima uang mengaku tidak terpengaruh dengan pemberian uang. 

Sesi tanya jawab juga berlangsung dengan antusias, pasalnya para peserta yang hadir dalam pertemuan tersebut berharap bisa membantu tugas Bawaslu saat masa kampanye, jelang coblosan , dan hingga pungut hitung. (ali)

Berita Terbaru