Debat Pilkada Gresik Kurang Greget, Sejumlah Masyarakat Menilai Tidak Puas

avatar b-news.id
warga Gresik yang turun ke jalan menyuarakan kotak kosong. (ist)
warga Gresik yang turun ke jalan menyuarakan kotak kosong. (ist)

GRESIK | B-news.id  - Debat jelang Pilkada Gresik untuk pasangan calon bupati Fandi Ahmad Yani dan calon wakil bupati Asluchul Alif melawan kotak kosong, berlangsung di Hotel Aston, Rabu malam (6/11) berlangsung lancar dan adem ayem. Sejumlah kalangan menilai KPU tidak bisa menghadirkan panelis yang kritis. 

Pertanyaan tertulis yang di baca oleh panelis dan terkesan datar, serta tidak menukik, bisa di jawab oleh paslon incumben dengan lancar. 

Baca Juga: Buruh Dari FNPBI Gresik Turun ke Jalan Peringati May Day

Mantan Komisioner KPU Kabupaten Gresik, Abdullah Sidik Notonegoro menganggap tidak dinamis debatnya. 

"Setelah mengikuti debat dan suasana sangat kondusif serta tidak ada sedikit pun kegaduhan di ruang debat.Tidak tampak kegugupan dan kegagapan calon dalam menjawab persoalan. Sangat jauh berbeda dengan debat di periode sebelumnya," ungkap mantan komisioner KPU 2 periode. Rabu malam (6/11). 

Baca Juga: Kisah Srikandi Bangkit Dari Keterpurukan

Sidik Notonegoro. (ist)

Saat berlangsung debat, sejumlah wartawan tidak bisa masuk kedalam lokasi debat meski sudah memakai pita dari KPU, petugas di pintu masuk hanya menanyakan ID dari KPU selain itu dilarang masuk, padahal saat gathering KPU dengan wartawan sudah di jelaskan bisa masuk dengan ID masing masing dan pita KPU. 

Baca Juga: Kunjungan Lemhannas RI ke Smelter PTFI: Pastikan Kedaulatan SDA Nasional Melalui Hilirisasi

Di halaman hotel, tampak ribuan pendukung pasangan calon dengan mengenakan baju putih, manyoritas dari kaum hawa. 

Sementara, di jalan Sumatera yang juga masih di kawasan hotel tempat berlangsung debat, terlihat mobil komando lengkap dengan pengeras suara serta spanduk yang intinya mengajak memilih kotak kosong. (ali)

Berita Terbaru