Kampung Melon Petik Sendiri, Destinasi Wisata di Kelurahan Kalipang

avatar b-news.id
Kebun Melon di Kelurahan Kalipang destinasi wisata petik Melon sendiri. Gilang SM (Ist)
Kebun Melon di Kelurahan Kalipang destinasi wisata petik Melon sendiri. Gilang SM (Ist)

BLITAR  | B-news.id  -  Bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke Blitar, serasa kurang lengkap apabila tidak singgah di destinasi Agrowisata Kampoeng Melon Petik Sendiri"The Pradah. Mengapa demikian!

Karena, agrowisata yang dikelola dengan sistem Green hous hidroponik ini mampu menghasilkan buah melon unggul yang berkualitas tinggi. Bagi yang ingin mencoba manisnya buah melon lain dari pada yang lain wisatawan silahkan datang di Kampoeng Melon Petik Sendiri" The Pradah".

Kampoeng Melon Petik Sendiri The Pradah berada di Lingkungan Bulu Kelurahan Kalipang Kecamatan Sutojayan Kabupaten Blitar. Akses jalan untuk menuju kesana sangat mudah, hanyak berjarak kurang lebih 5 km dari pusat Pemerintahan Kabupaten Blitar di Kanigoro, menuju arah selatan. 

Untuk masuk di area kebun melon para pengunjung tidak dipungut biaya alias gratis. Para pengunjung bisa memilih dan memetik buah melon sendiri. Asyikk kan??

Gilang Aditya Mahendra (27th) selaku pengelola mengatakan, ide ini muncul berawal, ketika dulunya menanam buah melon yang berada dihamparan lahan timbul banyak kendala seperti hama maupun serangga. Apalagi bila musim hujan sudah tidak bisa tanam. 

"Jadi dengan sistem ini tidak mengenal musim, dan untuk proses pembuahan di kebun modern atau green house tidak bisa dilakukan secara alami, karena harus berada dalam lingkungan yang mudah terkontrol," ucapnya Gilang kepada wartawan di sela-sela kegiatannya menerima kunjungan tamu dari Kalimantan Timur.

"Dengan begitu, kita bisa meminimalisir hama yang masuk. Namun hingga kini alhamdulilkah tidak ada masalah dan aman,lebih dari buah melon hasil dari green hous hidroponik rasanya sangat manis." lanjut Gilang.

Ia menambahkan, untuk panen sudah dilakukan 4 kali panen dalam 1 tahun. Untuk menarik pengunjung, promo dilewatkan sosial media dan dari mulut ke mulut. Untuk lahan, sementara luasnya 30 x 30 meter, dengan buah melon sebanyak 2000 biji.

"Untuk perkilo kita harga Rp.22 ribu dan untuk jenis melon camoy, yaitu modelnya yang lonjong kuning kayak mentimun, harganya perkilo Rp.35 ribu. Kulitnya lebih tipis dan berbeda rasanya. Jadi tiap buah melon membawa karakter sendiri - sendiri," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kelurahan Kalipang, Dhoan Syah mengatakan dirinya sangat mendukung warganya untuk terus kreatif dan inovatif membangun kemajuan kampongnya. 

Sebagai bentuk dukungan dan dorongan kepada warganya Dhoan Syah selalu menyempatkan diri di sela-sela kesibukannya sebagai kepala kelurahan untuk hadir dilokasi Agrowisata Green hous hidroponik Kampoeng Melon Petik Sendiri, terutama apabila ada rombongan pengunjung dari luar daerah.

"Saya berharap keberadaan Agrowisata Kampoeng Melon ini mampu memberikan motivasi dan pemacu semangat bagi warga masyarakat bukan hanya di kelurahan Kalipang, namun juga daerah lainya untuk berinovasi secara kreatif membangun daerahnya masing-masing"kata Dhoan Syah. (sunyoto)

Berita Terbaru