Berkat Sumur Bor dari PLN NP Gresik, Petani Sayur di Benjeng Tetap Eksis

avatar b-news.id
Senior Manager PT PLN NP UP Gresik M. Fauzi Iskandar saat menandatangani peresmian sumur bor, didampingi Kadispertan, Camat Benteng, perangkat desa. (Ist(
Senior Manager PT PLN NP UP Gresik M. Fauzi Iskandar saat menandatangani peresmian sumur bor, didampingi Kadispertan, Camat Benteng, perangkat desa. (Ist(

GRESIK | B-news.id – Petani sayur di Desa Kalipadang, Kecamatan Benjeng, kini bisa tersenyum bahagia serta tidak khawatir kekurangan air saat bertanam di musim kemarau.

Hal ini lantaran PLN Nusantara Power Unit Pembangkit Gresik melalui program PLN Peduli telah memberikan bantuan sumur bor tenaga listrik untuk mengaliri area persawahan warga.

Baca Juga: KKN-BBK UNAIR ke-7 di Gresik Mengangkat Inovasi Kolaborasi

Peresmian sumur bor ini ditandai dengan penekanan saklar pompa air. Begitu air keluar, suara gemuruh tepuk tangan langsung terdengar. Tampak raut wajah kebahagiaan diwajah para petani.

Senior Manager PT PLN NP UP Gresik M. Fauzi Iskandar menjelaskan, pemberian bantuan sumur bor dan pompa air ini sebagai bentuk kepedulian dari PLN untuk petani.

“Ada tiga titik sumur bor yang sudah kami buat. Semoga bisa memberikan manfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Pihaknya berkomitmen untuk terus memberikan dampak positif kepada masyarakat di Kabupaten Gresik. Untuk itu, PLN NP UP Gresik terus bersinergi dengan stake holder dan berbagai pihak dalam pemberian Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL) atau dulu disebut CSR.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito mengapresiasi program sosial yang dilakukan PLN UP NP Gresik. Apalagi pompa air bukan menggunakan bahan bakar minyak (BBM), tetapi tenaga listrik.

Baca Juga: 55 Kepala Sekolah dan 21 Pejabat Fungsional Dilantik

“Jadi ini lebih mempermudah petani untuk memompa air. Tak perlu lagi antri untuk beli BBM,” ujar Eko.

Desa Kalipadang memang dikenal sebagai sentra penghasil sayur mayur di Kabupaten Gresik. Akan tetapi setiap musim kemarau selalu terkendala air.

“Pemberian sumur bor ini sangat tepat sekali untuk petani. Mudah-mudahan dapat meningkatkan produksi hasil pertanian,” ucapnya.

Kepala Desa Kalipadang Chandra Prasetiyo Suwandi menyampaikan, hampir 60 persen warganya berprofesi sebagai petani. Mulai kangkung, bayem, hingga padi. Namun, setiap memasuki musim kemarau para petani kesulitan mendapatkan air. 

Baca Juga: Soft Launching Gresik Universal Science, Wisata Edukasi Digital Nan Menawan di Balongpanggang

“Penghasilan petani menurun drastis. Bahkan hanya 20 persen bila dibandingkan saat musim penghujan,” ungkap Chandra, Kamis (18/7).

Lebih lanjut kades ini menuturkan ketika kemarau, banyak petani nekat menyiram tanaman dengan air PDAM. Sehingga tagihannya mencapai Rp1 juta lebih dalam sebulan. Tentunya ini sangat memberatkan pihak petani.

Tak hanya memberikan bantuan sumur bor, PLN UP NP Gresik juga memberikan Pelatihan Pengelolaan Sampah Sayur kepada para petani.  (ali)

Berita Terbaru