Kekeringan Landa Sebagian Wilayah Kabupaten Mojokerto, Bupati Ikfina Serahkan Bantuan Air Bersih dan Paket Sembako 

Penyerahan bantuan air bersih dan paket sembako serta jurigen dari BPBD kepada masyarakat terdampak kekeringan.  (ist)
Penyerahan bantuan air bersih dan paket sembako serta jurigen dari BPBD kepada masyarakat terdampak kekeringan. (ist)
b-news.id leaderboard

KABUPATEN MOJOKERTO | B-news.id - Musim kemarau yang datang lebih awal membuat sejumlah daerah di wilayah Kabupaten Mojokerto mengalami kekeringan. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyerahkan bantuan air bersih hingga paket sembako kepada warga masyarakat yang terkena kekeringan.

Salah satunya adalah Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto pada Selasa (2/7) sore.

Bantuan tersebut berupa 300 tangki air bersih dan 200 paket sembako, serta 200 jurigen air ukuran 25 lt ini diserahkan secara simbolis oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fahmawati. Dalam kesempatan tersebut Bupati Ikfina mengatakan bahwa ia ingin segera menyelesaikan masalah kekeringan yang ada di Kunjorowesi ini agar tidak semakin berkepanjangan.

Bupati Ikfina ikut memantau langsung pengisian air bersih dari tangki ke jurigen untuk warga Dusun Kandangan Desa Kunjorowesi Ngoro. (ist)

Baca Juga : Bupati Ikfina Terus Bangun Sinergitas, Terima Silaturahmi PD Muhammadiyah Kabupaten Mojokerto 

"Kita sebenarnya sudah mengupayakan kemarin itu bagaimana caranya di Kunjorowesi ini tidak terjadi kekeringan lagi dan kita tidak kirim air lagi. Kemarin rencananya mau ditarik pipa dari air terjun Dlundung kesini. Tetapi ternyata debit air Dlundung turun dari sebelumnya, sehingga pertimbangannya belum bisa untuk direalisasiakan dalam waktu dekat ini," jelasnya.

Baca Juga : Bupati Ikfina dan Wabup Al Barra Kompak Sambut Kedatangan Jamaah Haji Kabupaten Mojokerto 

Meskipun demikian Ikfina terus berupaya untuk mencari solusi termasuk mengupayakan mencari sumber air dari tempat lain. 

"Mohon sabar dulu nggeh nanti kita upayakan untuk negosiasi dengan pemerintah pusat melalui Kementerian. Bagaimana caranya agar kita dibantu. Apakah ada cara dengan alat bor yang lebih canggih lagi. Karena disini sebenarnya ada sumber cuma ngebornya sangat dalam," pungkasnya. (eko)

b-news.id skyscraper

Berita Lainnya

b-news.id skyscraper