KEDIRI | B-news.id - Pagelaran dan bursa Keris Dibuka dengan ditandai tabuh gong tiga kali oleh Khusnul Arifin S.Sos, Sabtu, (11/6).
Kegiatan tersebut digelar di halaman Masjid Joglo Rahmatan Wassalaman di Dusun Cangkringan Desa Titik Kecamatan Semen Kediri Jawa Timur,
Acara Pagelaran dan Bursa Keris di tersebut di dukung oleh Peguyuban Panji Joyoboyo, Paguyuban Keris Lesbumi, Paguyuban Bethok dan Khusnul Arifin DPRD Kabupaten Kediri dari partai Nasdem.
Direncanakan acara tersebut berlangsung selama dua hari tanggal 11-12 Juni. Peserta yang hadir dalam acara tersebut dari berbagai daerah di Jawa Timur .
Ketua panitia Hanafi saat ditemui awak media mengatakan bahwa pagelaran dan bursakeris untuk mengenalkan budaya nenek moyang yang mulai luntur.
"Pagelaran Titik Temu Pagelaran Bursa Keris sebagai upaya mengenalkan budaya khususnya keris pada generasi muda sekaligus menanamkan rasa cinta budaya sendiri untuk menangkal serangan budaya asing yang masuk ke negara kita, " katanya.
Khusnul Arifin, anggota DPRD dari partai Nasdem yang akrab disapa Mas Pipin saat ditanya keterlibatannya dalam kegiatan ini dia mengatakan bagian dari serap aspirasi.
"Kegiatan Pagelaran Busa Keris ini sebagai bagian dari POKIR APBD Kabupaten Kediri anggaran 2022, dan alhamdulillah kita diberi kesempatan untuk nguri-nguri budaya yang salah satunya diadakannya pagelaran dan Bursa Keris di Desa Titik Kecamatan Semen ini, " kata Mas Pipin.
Hal ini juga, Lanjutnya sebagai semangat nya Mas Bup (Bupati Kediri, red) pada masyarakat kabupaten Kediri untuk pemulihan ekonomi.
"Jadi POKIR ini lebih mengedepankan untuk pemulihan ekonomi, salah satunya adalah bagaimana membangkitkan UMKM yang terkait dengan seni dan budaya, bagaimana menggairahkan pelaku budaya pegiat seni dan pelestari budaya supaya ada eksistensi dengan pameran dengan tampilan," ungkapnya.
Saat ditanya harapan dari kegiatan ini, Mas Pipin mengatakan, harapan ke depan juga harapan masyarakat khususnya seniman budayawan.
"Supaya lebih diperhatikan meskipun saat ini kita pahami sudah lumayan perhatian pemerintah terhadap seni dan budaya," ujar bapak dua anak tersebut kepada media.
Dalam pagelaran dan bursa Keris tersebut selain menampilkan keris dari berbagai daerah dengan segala macam corak dan jenisnya juga diadakan pertunjukan seni tari dari siswa setempat dan seni kuda lumping yang biasa disebut jaranan.
Masyarakat sangat senang dan bangga dengan adanyanya kegiatan tersebut, selain mendapat hiburan juga menambah wawasan tentang budaya. (siswo bs)
Editor : Redaksi