KEDIRI | B-news.id - Ratusan korban penipuan investasi bodong Madu Lanceng kembali gelar demo di Mapolresta Kediri, Kamis, (9/6).
Demo ini digelar sudah kesekian kalinya. Para korban penipuan ini menuntut aparat kepolisian menangkap bos Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI) karena sudah hampir dua tahun belum berhasil ditangkap. Bahkan sudah menggondol uang masyarakat melalui investasi bodong yang mencapai triliunan rupiah.

"Hari ini, kami turun ke jalan menuntut kepolisian mengusut tuntas masalah investasi bodong dan menangkap CAH selaku bos Koperasi NMSI atau yang biasa dipanggil An untuk ditangkap. Karena sampai saat ini pihak kepolisian belum berhasil menangkap buronan (DPO) tersebut," kata salah satu pendemo.
Koperasi Niaga Mandiri Sejahtera Indonesia (NMSI) Kediri sendiri berkantor pusat di GOR Brawijaya. Kemudian kantor pindah di Jln. Patiunus Ruko 20 B dengan status sewa, semua aset termasuk didalamnya gedung dan tempat budidaya semua sewa.
Menurut keterangan salah seorang pendemo, aksi demo kali ini korban datang dari berbagai daerah bahkan ada yang dari Kalimantan, Madura dan kota kota lainnya yang berjumlah sekitar ratusan orang.
"Mereka menyuarakan tuntutan yang sama menuntut Anton segera ditangkap dan mengembalikan uang mereka," katanya.
Kasus investasi bodong ini pada 4 Februari 2021 terkuak dengan jumlah kerugian yang anggota yang sudah terlapor Rp 500 miliar dan itu belum termasuk korban yang belum melaporkan ke kepolisian.
"Jadi tafsiran bisa mencapai satu triliun an rupiah dengan jumlah korban 8.500 orang," paparnya.
Saat ditemui awak media salah satu perwakilan korban Sukri, merasa sangat kesal dan kecewa terhadap kinerja kepolisian, selama dua tahun tidak ada perkembangannya dan selalu mendapat jawaban masih proses.
Para pendemo yang semula menggelar aksinya di jalan depan Mapolresta akhirnya setelah melalui mediasi, mereka diterima dengan perwakilan 25 orang korban.
Dalam sesi audiensi dilakukan secara tertutup dan awak media tidak diperbolehkan ikut masuk.
Setelah menunggu hampir 2 jam perwakilan pendemo menemui awak media, Basuki korban Koperasi NMSI dari Ponorogo ini meminta Kepolisian bekerja dengan sungguh - sungguh.
"Banyak intelpol dimana- mana masak menangkap satu Anton saja tidak bisa, "kata Basuki bernada kesal.
Masih menurut Basuki bahwa Anton tidak bekerja sendiri, pasti ada orang terlibat didalamnya. Mereka bekerja secara terorganisasi. Basuki juga merasa yakin kalau An tertangkap semua akan terungkap.
Hal senada juga disampaikan korban dari perwakilan Madiun, Ibu Drajad, mengatakan, korban dari berbagai kalangan. Bahkan ada yang dari anggota kepolisian aktif yang menurutnya dapat mengambil tindakan dan cepat menangkap An.
Bahkan Ibu Drajad membawa fotocopy daftar seluruh korban dalam buku yang sangat tebal dan terperinci jumlah kerugiannya.
Dia juga menyampaikan bahwa dalam mencari keadilan sudah disampaikan ke DPR dengan daftar korban sekaligus kerugiannya dengan tembusan Kapolda dan Kapolres, namun tidak ada tanggapan.
"Ternyata sulit mencari keadilan, seperti mencari jarum yang jatuh di lautan luas," imbuhnya.
Di akhir wawancara, Basuki mengimbau agar para korban tetap bersemangat dan merapatkan barisan untuk terus menuntut keadilan.
Demo yang berlangsung aman dan damai tersebut berakhir jam 12.00 WIB. (siswo BS )
Editor : Redaksi