Puskesmas Brondong Lamongan Tidak Aman, Tiga Handphone Pasien Disikat Maling

Selasa : 15 Agustus 2023 : 06:29:59 Editor: Zainul Arifin
Puskesmas Brondong Lamongan Tidak Aman, Tiga Handphone Pasien Disikat Maling

Gedung Puskesmas Brondong Lamongan. (Ist)

LAMONGAN | B-news.id - Kasus pencurian kembali terjadi di Puskesmas Brondong yang beralamat di Jalan Pambon No 18, Brengkok, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Sebanyak tiga buah handphone milik dua orang pasien dan seorang keluarga penunggu hilang di Puskesmas yang pada tahun 2020 lalu memperoleh apresiasi Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dari Kemenpan RB. Kejadian pencurian tersebut terjadi pada hari, Minggu (13/8/2023) pagi. 

Dari hasil pantauan kamera CCTV seorang pencuri terlihat dengan jelas datang ke Puskesmas dan langsung masuk ke kamar pasien, kemudian tidak berlangsung lama keluar lagi dari kamar dengan telah mengambil handphone, tanpa melewati adanya pengamanan yang ketat, apalagi pintu pagar tidak terkunci. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB.

M Khoirul Rijal salah satu keluarga pasien mengatakan, peristiwa tersebut harus menjadi evaluasi pihak manajemen Puskesmas. Bayangkan Puskesmas yang berlokasi di jalan nasional, tidak memiliki petugas keamanan atau Satpam. Apalagi saat malam hari hanya menugaskan dua orang perawat untuk berjaga, sementara pasien yang menginap cukup banyak.

"Saya telah melakukan konfirmasi ke petugas jaga, namun katanya akan dilaporkan ke pimpinan. Namun sampai sekarang ucapan permohonan maaf saja, tidak diterima oleh pihak pasien," ucap putra salah satu pasien yang kehilangan handphonenya dari Dusun Wide, Brondong.

Rijal menambahkan, pengalaman tidak mengenakkan sebelumnya pernah juga dialaminya di Puskesmas tersebut. Saat itu orangtuanya harus dirujuk ke RS Muhammadiyah di Lamongan. Dari sejak pukul 15.00 WIB surat rujukannya keluar, hingga pukul 20.00 WIB tidak ada mobil ambulance yang siaga. 

"Saya tanyakan ke petugas katanya masih antarkan pasien di desa sebelah. Hingga beberapa waktu lamanya, katanya sedang masih mencari driver. Padahal armada ambulance tidak berada di tempat. Saya curiga ambulannya untuk kegiatan yang lain dan tidak urusan medis," ucapnya.

Dikatannya, pengelolaan menagemen Puskesmas yang buruk ini harus menjadi evaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan. Karena, jangan sampai pasien yang datang untuk berobat, mereka harus malah menelan kekecewaan akibat barangnya yang hilang. "Ini tidak tambah sembuh, malah tambah sakit karena harus menelan rasa kecewa," terangnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Tanam, warga Desa Brengkok, Kecamatan Brondong. Ia menceritakan, beberapa waktu lalu saudaranya saat opname di Puskesmas Brondong juga kehilangan sepeda motor di halaman parkiran. 

Ia berharap, peristiwa tersebut akan menjadi evaluasi pihak pengelola dalam meningkatkan keamanan. "Namun sekarang pencuri malah berani masuk ke kamar - kamar pasien. Tentu ini menjadi pelajaran besar bagi pihak Puskesmas pada layanan keamanan dan kenyamanan pasien," ucapnya. (jal/ red)