Buka Tanggulangin Fair 2026, Bupati Subandi: Ajang Promosi, Buka Peluang Kolaborasi Investasi

avatar Redaksi
Tanggulangin dikenal dengan kerajinan produk tas kulit. Tampak Bupati Subandi beserta Ketua TP PKK, Sriatun Subandi mempromosikan tas kulit kerajinan Tanggulangin. (ist)
Tanggulangin dikenal dengan kerajinan produk tas kulit. Tampak Bupati Subandi beserta Ketua TP PKK, Sriatun Subandi mempromosikan tas kulit kerajinan Tanggulangin. (ist)

SIDOARJO | B-news.id – Pemerintah Kabupaten Sidoarjo kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung penguatan industri kreatif daerah melalui penyelenggaraan Pameran Tanggulangin Fair 2026.

Kegiatan yang digelar Kamis 05/02/2026 di Pasar Wisata Tanggulangin ini menjadi ajang strategis untuk memperkenalkan serta memasarkan hasil kerajinan kulit, juga mempertemukan keahlian perajin kulit lokal dengan perkembangan teknologi industri manufaktur modern.

Baca Juga: Raperda Pesantren, Abdillah Nasih : Bentuk Kehadiran Pemerintah Dalam Menunjang Pendidikan Pesantren

Pameran ini dibuka Bupati Sidoarjo H. Subandi SH., M.Kn  didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Sidoarjo dr. Hj. Sriatun Subandi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan M Bahrul Amig, Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo Abdillah Nasih, Kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Camat Tanggulangin, serta tamu spesial dari CEO PT. Honsheng International Trading yang diwakili oleh Ibu Louise sebagai produsen peralatan jahit otomatis.

Bupati menyampaikan sebagai sentra Industri kulit yang telah dikenal luas Tanggulangin memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian daerah, khususnya sektor UMKM.

Melalui Pameran Tanggulangin Fair 2026 ini para perajin diberikan ruang promosi sekaligus edukasi agar mampu atasi dengan perubahan pasar dan tuntutan produksi yang semakin kompetitif.

“Oleh karena itu penyelenggaraan Tanggulangin Fair 2026 ini menjadi sarana strategis untuk memperkuat promosi produk unggulan daerah sekaligus membuka peluang kolaborasi investasi serta pengembangan jaringan pemasaran yang lebih luas,”katanya

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendukung pengembangan UMKM dan industri kreatif daerah, dukungan tersebut diwujudkan melalui berbagai program antara lain fasilitasi promosi produk pelatihan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pembiayaan serta pengembangan kawasan wisata belanja di Tanggulangin.

“Saya ingin memastikan bahwa Tanggulangin tidak hanya dikenal sebagai sentra kerajinan tapi juga berkembang menjadi destinasi wisata belanja modern nyaman dan berdaya saing tinggi dengan penguatan sektor ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja meningkat kesejahteraan masyarakat serta memperkuat perekonomian daerah secara berkelanjutan,”ucapnya

Pada kesempatan ini Bupati beserta rombongan berkesempatan untuk meninjau secara langsung stan-stan pameran pada kegiatan yang akan berlangsung selama 4 hari yang mulai tanggal 5 hingga 8 Februari 2026 ini.

Baca Juga: Bupati Sidoarjo Subandi Minta Pendirian KDMP Dipercepat

Ada 55 stan yang ikut berpartisipasi pada kegiatan ini dimana sebanyak 30 stan diisi oleh perajin kulit dan aksesoris yang menampilkan beberapa produk unggulan seperti tas, sepatu, jaket, dompet serta aneka kerajinan kulit khas Tanggulangin.

Sementara itu 25 stan kuliner turut meramaikan pameran dengan sajian makanan dan minuman tradisional hingga kuliner kekinian yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Dan salah satu daya tarik pada Pameran Tanggulangin Fair 2026 ini adalah kehadiran peserta dari perusahaan asal China yang menghadirkan teknologi industri terkini berupa mesin jahit komputer dan mesin jahit otomatis.

Teknologi ini diperkenalkan sebagai bentuk transfer pengetahuan kepada perajin lokal mengenai proses produksi yang lebih efisien presisi dan konsisten tanpa menghilangkan nilai seni serta karakter khas produk kulit Tanggulangin.

Baca Juga: 165 Anak Ikuti Khitan Gratis Pemkab Sidoarjo 

Pameran ini tidak hanya berorientasi pada transaksi penjualan tapi juga menjadi sarana pembelajaran dan transformasi pengetahuan teknolog.

Selain itu juga sebagai ruang kolaborasi antara tradisi dan teknologi di mana perajin tetap mempertahankan kualitas dan ciri khas produknya, namun juga mulai mengenal dan memanfaatkan teknologi modern untuk meningkatkan kapasitas serta daya saing.

Mungkin dengan langkah konkrit ini para perajin tanggulangin akan mampu naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas.

Selain sebagai sarana promosi, kegiatan ini juga diharapkan dapat membuka peluang kemitraan bisnis baru baik dengan pembeli ritel maupun buyer berskala besar termasuk peluang ekspor. (*)

Berita Terbaru