BANYUWANGI | B-news.id - Seorang pemuda berinisial RZ (26) warga Kelurahan Kebalenan, Kecamatan Banyuwangi, ditemukan tewas mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Jumat (21/7/2023).
Jasad RZ ditemukan oleh keluarganya sendiri dalam posisi sudah tidak bernyawa, menggantung pada tiang jemuran berbahan besi di lantai dua rumahnya, dengan seutas tali tampar plastik menjerat di leher korban.
Dugaan sementara, Korban nekat melakukan aksi bunuh diri lantaran frustasi berat, lantaran tak mampu membayar ganti rugi pasca terlibat dalam sebuah insiden kecelakaan kendaraan roda empat.
Kapolsek Banyuwangi, AKP Kusmin dalam rilisnya membenarkan dugaan itu, sebab sebelumnya korban sempat meminta uang sebesar sepuluh juta rupiah kepada ibunya, guna mengganti rugi kerusakan mobil yang digunakan korban menyerempet mobil orang lain.
"Sebelumnya sempat meminta uang kepada ibu korban, katanya untuk membayar ganti rugi, maka tidak menutup kemungkinan korban nekat mengakhiri hidupnya dikarenakan terlilit hutang itu," terang AKP Kusmin.
Jasad korban RZ (26) sesaat setelah dilakukan pemeriksaan luar di RSUD Blambangan guna mengetahui penyebab kematiannya, namun keluarga menolak untuk dilakukan Visum et Repertum, Jumat (21/7/2023) dini hari. (irw)
Masih menurut AKP Kusmin, jasad korban ditemukan pertama kalinya oleh Kakak korban YR (34) sekira pukul 23.30 WIB, sepulang dari keluar rumah bersama ibunya, saat memasuki rumah dan memanggil nama RZ namun tak kunjung mendapatkan jawaban.
Senada dengan apa yang dibeberkan oleh AKP Kusmin, kakak korban YR lantas naik ke lantai dua demi mencari keberadaan korban, namun ternyata korban sudah dalam kondisi tak bernyawa dalam posisi menggantung.
"Saya secara reflek, dibantu oleh ibu saya, menurunkan adik saya dari posisinya yang sedang menggantung di tiang jemuran," ungkap YR kakak kandung korban.
AKP Kusmin menandaskan, setelah jasad diturunkan, kakak korban segera menghubungi RT setempat dan meneruskan ke pihak kepolisian guna dilakukan identifikasi, dengan hasil sementara korban murni gantung diri.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, kejadian ini murni gantung diri, dengan tidak temukannya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tegas AKP Kusmin pada awak media.
"Selanjutnya sekitar pukul 01.45 WIB setelah dilakukan identifikasi, korban dibawa ke RSUD Blambangan, namun pihak keluarga menolak untuk dilakukan Visum et Repertum," tandasnya. (irawan)
Editor : Zainul Arifin