BANYUWANGI | B-news.id - Pinjaman Online alias Pinjol (ilegal), kini kian populer di kalangan masyarakat. Terlebih dengan akses dan kemudahan yang ditawarkan, tanpa melalui prosedur yang rumit seperti pinjaman Konvensional perbankan.
Meskipun pemerintah berusaha melakukan pengawasan melalui lembaga Otoritas Jasa Keuangan (OJK) namun tetap tak mampu membendung kian menjamur aplikasi Pinjol bermunculan hingga kini.
Dibandingkan dengan pinjaman konvensional, tingkat suku bunga Pinjol cenderung lebih tinggi dengan tenor cicilan yang lebih singkat, terlebih tidak ada transparansi biaya administrasi yang dibebankan pada nasabah.
Alhasil, nasabah beresiko membayar hutang lebih besar dari kesepakatan di awal, belum lagi diperparah dengan beban biaya denda keterlambatan yang notabene sangat tidak masuk akal.
Hal ini tentu berisiko membuat debitur Pinjol akhirnya terjebak jeratan utang yang berat hingga tak mampu membayar cicilannya, Banyak berita yang tersebar di media, yang menceritakan berbagai ancaman mengintai bila tidak mampu melunasi cicilan Pinjol.
Seperti Kisah tragis pasangan Prico Dwi Pramadana Putra (24) dan Ida Dwi Damayanti (26) keduanya ditemukan dalam keadaan tewas ditempat berbeda dirumahnya pada Selasa (27/6/2023) pukul 07.00 WIB.
Informasi yang berhasil dihimpun B-news.id berdasarkan penuturan beberapa tetangga korban, Pasutri warga Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi ini diduga tengah terjerat Pinjol.

Prico Dwi Pradana Putra (24) ditemukan tewas gantung diri di kandang ayam disekitar rumahnya, Selasa (27/6/2023) pukul 07.00 WIB. (Irw)
Prico (Suami) ditemukan tewas gantung diri dikandang ayam sekitar rumahnya, sedang Ida (Istri) sebab kematian masih misterius, sebab ditemukan tergeletak dilantai kamarnya, sedang dari hidung korban terdapat busa.
Rumor yang merebak di masyarakat sekitar rumah korban menduga Prico nekat gantung diri setelah mendapati sang istri tewas menenggak racun atau justru Prico lah yang meracuni istrinya sendiri.
Sedang informasi terkait pemicu sebelum keduanya ditemukan tewas, sebelumnya sering terlibat cekcok, ditengarai akibat tak kuat lagi mendapatkan teror dari Pinjol yang menjerat pasutri malang tersebut.
"Berdasarkan informasi yang digali, kedua korban sempat terlibat cekcok, kabarnya yang perempuan memiliki tanggungan (Pinjol)," ungkap Kapolsek Purwoharjo, AKP Budi Hermawan, Rabu (28/6/2023).
Kendati demikian, Polisi masih melakukan pendalaman terkait dugaan jerat Pinjol, dan termasuk penyebab tewas korban perempuan, sebab pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan Autopsi jasad korban.
"Mengingat tidak diketemukan ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, pula korban perempuan ditemukan tergeletak dilantai dengan cairan aneh keluar dari dalam hidungnya," ungkap AKP Budi pada B-news.id
Sejumlah barang bukti juga diamankan dari lokasi kejadian, termasuk HP milik korban untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut, sedang korban pria murni bunuh diri dengan ditemukannya tanda-tanda korban gantung diri. (irawan)
Editor : Zainul Arifin