Puluhan Karyawan PT Kasa Husada Surabaya Demo Tuntut Pembayaran Gaji

avatar b-news.id
Puluhan karyawan PT Kasa Husada melakukan aksi demo tuntut pembayaran gaji selama tiga bulan tidak dibayar. (Ist)
Puluhan karyawan PT Kasa Husada melakukan aksi demo tuntut pembayaran gaji selama tiga bulan tidak dibayar. (Ist)

SURABAYA | B-news.id - Manajemen PT. Kasa Husada diduga telah menggelapkan gaji ratusan karyawannya. Selain itu,  pihak perusahaan juga diduga tidak membayarkan angsuran kredit BRI dan  BPJS.

PT Kasa Husada merupakan anak perusahaan Perusahaan Umum Daerah Holding Company PT. Wira Usaha Jatim bergerak dibidang produk-produk berbasis kapas dan kasa pembalut untuk keperluan alat kesehatan dan kosmetika. 

Imbas dari itu, hari ini, Kamis 25 Mei 2023, puluhan karyawan melakukan aksi demo karena pihak perusahanan tidak kunjung menyelesaikan tanggungannya, termasuk menuntut membayar gaji karyawannya selama tiga yang belum dibayar perusahaan. 

Ada beberapa point tuntutan, yaitu, antara lain,

 1,. Mohon Bu Khofifah turun tangan atas nasib karyawan.

2. Tuntaskan secara hukum atas permasalahan penipuan dan penggelapan serta tindak pidana oleh pihak direksi PT Kasa Husada dalam hal potongan angsuran kredit karyawan dengan pihak BRI Unit Pabean Cantikan Surabaya dan penggelapan uang BPJS serta Jamsostek oleh pihak direksi PT Kasa Husada.

3. Minta pertanggujawaban dari pihak PT PWU Jatim selaku holding untuk secepatnya mengganti direksi PT Kasa Husada. 

Salah satu karyawan   mengatakan, bahwa gajinya selama tiga bulan belum dibayar perusahaan demikian juga dengan puluhan karyawan lainnya. 

Selain demo karyawan mengaku siap menempuh jalur hukum karena memiliki bukti-bukti valid terkait dugaan pemotongan gaji oleh manajemen, dimana gaji karyawan yang memiliki hutang ke BRI dipotong tapi tidak disetorkan ke BRI sejak November 2021 silam.

Sebagaimana dibenarkan oleh salah satu pendemo bahwa beberapa orang yang seharusnya sudah selesai dengan tunggakan (angsuran) di BRI, tidak bisa mengambil jaminan yang diagunkan karena dianggap tidak melakukan pembayaran.

Bahkan, BRI Cabang Surabaya Tanjung Perak Unit Pabean, mengirim surat panggilan kepada karyawan untuk segera menyelesaikan kewajiban pembayaran yang belum dilakukan.

"Kami menuntut agar perusahaan segera membayar hak saya dan teman -teman kami." ujar Sunarti, salah satu karyawati PT Kasa Husada. 

Keluhan senada juga dilontarkan oleh teman lainnya, yakni Rukmi, yang mengaku sudah mengabdi 22 tahun, Surtarmi mengabdi 25 tahun dan Sumiatun mengabdi 29 tahun. 

Sementara itu keterangan pihak perusahaan yang diwakili Agung, memberi alasan belum terbayarnya gaji dan kewajiban lain kepada karyawan. 

“Jadi mohon maaf, tidak ada penyelewengan apalagi penggelapan. Karena tidak ada yang bisa diselewengkan apalagi digelapkan. Dan memang tidak cukup dana untuk bayar secara keseluruhan,” lanjut Agung.

 “Termasuk kredit bank atas nama saya yang dananya dipakai Kasa Husada pun tidak diangsur oleh perusahaan karena memang dananya yang tidak cukup,” ungkap Agung.

Agung menyebut, meski karyawannya status BPJS-nya nonaktif, ia mengklaim sudah meng-cover persoalan kesehatan dengan cara rembes (diganti perusahaan). "Berapapun kita cover,” tegas Agung.

Terkait rencana karyawan akan membawa persoalan potongan gaji itu ke ranah hukum, Agung menilai hal itu tidak perlu dilakukan.

 “Saya himbau tidak perlu ke ranah itu. Kita sudah ambil alih. Insya Allah ini akan selesai dalam waktu dekat. Ayo kita dandani bareng-bareng,” pungkas Agung.(sis)

Berita Terbaru