Ketua BPD Bersama Warga Rejoagung Gruduk Kantor Camat dan Polsek Srono

Jumat : 19 Mei 2023 : 21:42:08 Editor: Zainul Arifin
Ketua BPD Bersama Warga Rejoagung Gruduk Kantor Camat dan Polsek Srono

Ketua BPD dan perwakilan warga masyarakat Desa Rejoagung saat diterima Kapolsek Srono di aula mapolsek Srono, Jumat (19/5/2023) pagi. (Irw)

BANYUWANGI | B-news.id - Puluhan Warga bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rejoagung, Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, mendadak mendatangi kantor Camat Srono dan Polsek Srono, pada Jumat (19/5/2023) pagi.

Puluhan warga yang datang bermaksud mengawal Ketua BPD Rejoagung yang akan menyerahkan tembusan laporan hasil Musyawarah bersama terkait keluhan warga atas dugaan penyelewengan dana Bansos di Desa Rejoagung.

Dugaan penyelewengan dana Bansos Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) tersebut mencuat setelah kebijakan Kepala Desa (Kades) Rejoagung tanpa dasar memaksa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) untuk membeli beras medium dengan harga diatas harga pasaran.

Tiba di kantor Camat Srono, Ketua BPD Rejoagung, H Saifuddin, bersama warga diterima oleh Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Srono, Suryatik, SE mewakili Camat Srono, Tri Wahyu Angembani, yang sedang beragenda bersama Bupati Banyuwangi.

Setelah menyerahkan berkas tembusan laporan Musyawarah bersama oleh Ketua BPD Rejoagung kepada Sekcam Srono, disusul oleh keluh kesah warga yang mengeluhkan arogansi Kepala Desa Rejoagung, Shon haji.

Usai diterima oleh Sekcam Srono, Ketua BPD Rejoagung dikawal oleh warga bertolak ke Mapolsek Srono dengan agenda yang sama, yaitu menyampaikan tembusan laporan hasil Musyawarah bersama terkait penyelewengan dana bansos oleh Kades Rejoagung.

Sekcam Srono, Suryatik, menerima berkas tembusan laporan hasil musyawarah bersama terkait keluhan warga masyarakat atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan dana bansos oleh Kades Rejoagung. (Irw) 

Warga beserta Ketua BPD diterima langsung oleh Kapolsek Srono, AKP Junaedi, didampingi Kanit reskrim Polsek Srono, Ipda Ocky Heru Prasetyo, bertempat di ruang aula Mapolsek Srono.

Dihadapan Kapolsek Srono, satu persatu perwakilan warga menyampaikan keluh kesahnya terkait dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan dana bansos yang dilakukan oleh Kepala Desanya.

Salah satu perwakilan warga Rejoagung, Hendrik (35) mengungkap, bahwa apa yang telah dilakukan oleh Kades Rejoagung patut diduga sebagai tindakan penyalahgunaan wewenang sebab tanpa disertai landasan hukum maupun Musyawarah Desa (Musdes).

"Kebijakan yang diambil oleh Kades itu tanpa dasar hukum, seharusnya tertuang dalam Peraturan Kepala Desa (Perkades) atau sekurang-kurangnya tertuang dalam berita acara Musyawarah Desa," ucap Hendrik dihadapan Kapolsek Srono.

Lebih lanjut Hendrik menegaskan, atas dugaan penyalahgunaan wewenang dan penyelewengan tersebut serta dorongan dari masyarakat Desa Rejoagung, meminta agar permasalahan tersebut diusut tuntas.

"Warga masyarakat Rejoagung telah sepakat untuk mengusut tuntas permasalahan ini, terlebih setelah mendengar surat bantahan yang dikirimkan oleh Kades Rejoagung kepada Ketua BPD Rejoagung," tegasnya.

Berikutnya giliran perwakilan KPM Rejoagung, yang diwakili oleh Eka (40) menceritakan kronologi pembagian BPNT dikantor Desa Rejoagung, dimana Dana bansos yang seharusnya diterimanya sebesar Rp.600.000 hanya ia terima sebagian dan sebagian lagi dipotong untuk pembelian beras.

"BPNT kan seharusnya saya terima sebesar enam ratus ribu, tapi saya hanya menerima Rp.250.000 menurut Petugas Desa Rejoagung katanya yang Rp.350.000 Berupa beras," ucap Eka menceritakan ihwal pembagian BPNT.

"Beras yang diberikan beras medium merk Bunga sejati, di pasaran tidak sampai tiga ratus ribu rupiah harganya untuk kemasan beras 25 kilo gram," imbuhnya.

Setelah mendengar satu persatu keluhan perwakilan dari warga Desa Rejoagung, Kapolsek Srono menyatakan, menerima berkas tembusan yang diserahkan oleh Ketua BPD Rejoagung bersama keluhan warga masyarakat Rejoagung.

"Dalam hal ini saya sebagai Kapolsek Srono, berkas tembusan ini saya nyatakan saya terima sekaligus uneg-uneg bapak ibu sekalian," ujar AKP Junaedi.

"Namun tetap saya himbau kepada seluruh warga masyarakat desa Rejoagung, mari kita ikuti prosesnya sembari tetap menjaga kondusifitas dan kamtibmas di Desa Rejoagung," pungkasnya. (irw)