Fakta Mengejutkan Dibalik Penemuan Mayat Membusuk di Hutan Banyuwangi

avatar b-news.id
Ilustrasi gambar korban pelecehan seksual anak di bawah umur. (Ist)
Ilustrasi gambar korban pelecehan seksual anak di bawah umur. (Ist)

BANYUWANGI | B-news.id - Sebelumnya, ramai diberitakan penemuan mayat pria tanpa identitas ditemukan membusuk dalam hutan RPH Wonosari, Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Sabtu (29/4/2023) sekira pukul 14.00 Wib.

Kapolsek Siliragung, AKP Mujiono menyatakan bahwa, setelah melakukan serangkaian upaya identifikasi dan berdasarkan temuan di lokasi, akhirnya hari itu juga terungkap, siapa identitas mayat yang sudah sulit dikenali tersebut.

"Dari hasil temuan di lokasi dan kita lacak melalui telepon seluler yang kita temukan digenggaman jasad tersebut, diketahui jasad pria itu berinisial WS (35) Warga Kesilir, Kecamatan Siliragung," ucap AKP Mujiono.

Seiring terungkapnya identitas mayat tersebut, tersingkap pula fakta mengejutkan, bahwa selang sehari sebelum ditemukan tewas, WS sempat dilaporkan dengan dugaan sebagai pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Hal itu diungkapkan oleh AKP Mujiono pada jurnalis B-news.id, bahwa dugaan pencabulan tersebut nyaris menimpa bocah yang masih duduk di bangku kelas 3 SD, sebut saja Bunga, yang masih tetangga dari terduga pelaku.

"Kejadiannya bulan maret tapi baru dilaporkan oleh ayah korban, saat akan dilakukan upaya penyelidikan, terduga pelaku sudah menghilang dari rumahnya," ungkap AKP Mujiono.

"Atas laporan tersebut, kami langsung lakukan pemeriksaan, dan hasil pemeriksaan keterangan korban mengatakan cuma dipegang-pegang dan berhasil menghindar," imbuhnya.

Penemuan mayat di dalam hutan di Bayuwangi saat dilakukan evakuasi petugas kepolisian. (Ist) 

Masih menurut AKP Mujiono, dugaan sementara terduga pelaku kemungkinan mengalami ketakutan bila akan dilaporkan ke pihak kepolisian, atas dugaan pencabulan tersebut, sebelum akhirnya ditemukan tewas.

"Artinya saat dilaporkan, pelaku sudah menghilang dari rumahnya, dan selang sehari ditemukan sudah membusuk," tegasnya.

Berdasarkan keterangan keluarga, terduga pelaku WS, telah pergi meninggalkan rumah sejak Senin (24/4/2023), namun tak ada yang mengetahui kemana arah perginya.

AKP Mujiono menambahkan, identitas terduga pelaku tercatat sebagai warga Kecamatan Genteng, namun pasca terjadi permasalahan rumah tangga dan permasalahan lainnya, akhirnya terduga pelaku kembali ke rumah orang tuanya di Kecamatan Siliragung.

"Kalau alamat KTP Kecamatan Genteng, mungkin karena ada permasalaht rumah tangga dan beberapa masalah lainnya, terduga pelaku kembali ke rumah orang tuanya," pungkas AKP Mujiono.

Hingga berita ini diturunkan, kematian WS masih menjadi misteri, sebab keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, sedangkan berdasarkan Visum et Repertum luar, tidak ditemukan tanda-tanda adanya kekerasan. (irw)

Berita Terbaru