Polsek Siliragung Ungkap Identitas Mayat Membusuk di Hutan Banyuwangi

avatar b-news.id
Evakuasi mayat saat ditemukan di dalam hutan Banyuwangi. (Ist)
Evakuasi mayat saat ditemukan di dalam hutan Banyuwangi. (Ist)

BANYUWANGI | B-news.id - Kepolisian sektor (Polsek) Siliragung berhasil mengungkap misteri identitas mayat laki-laki yang ditemukan membusuk di kawasan hutan Perhutani Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi, Sabtu (29/4/2023) malam.

Kapolsek Siliragung, AKP Mujiono mengatakan, berdasarkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), diketahui mayat tersebut bernama Wawan Setiono (35), Warga Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, yang berdomisili di Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung, Banyuwangi.

"Di TKP kita temukan senter kepala di sebelah kaki kanan jenazah, kemudian tangan kanan memegang telepon seluler (Ponsel) merk samsung," ujar Kapolsek Siliragung.

AKP Mujiono mengkonfirmasi, bahwa berdasarkan temuan yang ada di lokasi inilah akhirnya dapat mengungkap siapa jasad yang kondisinya sudah sulit untuk dikenali.

"Kita lacak melalui Ponsel dan sepeda motor honda supra bernopol P 6348 YO yang kita temukan 500 meter dari TKP, akhirnya diketahui korban bernama Wawan Setiono berdomisili di Desa Kesilir," ungkap AKP Mujiono.

Sedangkan menurut keterangan keluarga, diketahui Wawan pergi dari rumah sejak 24 april 2023, namun tidak diketahui kemana arah perginya.

Sebelumnya, warga Desa Buluagung, Kecamatan Siliragung, digegerkan dengan penemuan mayat laki-laki tertelungkup, di dalam hutan Perhutani RPH Wonosari.

Saat ditemukan ditengah semak belukar, kondisi mayat sudah mulai membusuk, diperkirakan jasad berumur 4-5 hari, ditandai oleh kondisinya yang sudah menggembung.

Saat evakuasi mayat. (Ist) 

Mayat tanpa identitas tersebut, pertama kali temukan oleh warga yang hendak menggarap ladangnya, di pinggiran hutan pada sabtu sore (29/4/2023) sekitar pukul 14.00 Wib.

Menurut keterangan para saksi, mereka mencium bau busuk yang sangat menyengat, pada mulanya mereka mengira sumber bau tersebut berasal dari bangkai hewan.

Namun setelah dicari sumber bau tersebut, ternyata berasal dari sesosok mayat laki-laki memakai kaos hitam dan celana jeans warna biru dalam posisi tengkurap.

Atas penemuan tersebut, saksi segera melaporkan penemuannya para perangkat desa setempat dan diteruskan pada petugas Polsek Siliragung.

AKP Mujiono menambah, bahwa jasad Wawan setelah berhasil di evakuasi sedianya akan dibawa ke RSUD untuk dilakukan autopsi, guna mengetahui penyebab matinya korban, namun pihak keluarga menolak dilakukan autopsi.

"Jenazah sudah kami serahkan pada keluarga untuk dimakamkan, sebab keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi," pungkas Kapolsek dengan tiga balok emas dipundaknya itu. (irw)

Berita Terbaru