Dikira Tidur Pulas, Seorang Penarik Becak Ditemukan Meninggal di Pasar Genteng

avatar b-news.id
Korban tengah diperiksa oleh petugas medis RSUD Genteng untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban, Jumat (21/4/2023). (Irw)
Korban tengah diperiksa oleh petugas medis RSUD Genteng untuk mengetahui penyebab meninggalnya korban, Jumat (21/4/2023). (Irw)

BANYUWANGI | B-news.id - Pengunjung pasar Genteng II Desa Genteng kulon, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mendadak geger atas meninggalnya seorang tukang becak, Jumat (21/4/2023) pagi.

Korban Suprapto (68) warga Desa Setail, Kecamatan Genteng, Banyuwangi ini oleh rekan seprofesinya disangka sedang tidur namun saat coba dibangunkan ternyata korban sudah meninggal dunia.

Penuturan saksi, Nur Khoiri (70) rekan seprofesi korban menuturkan, bahwa dirinya melihat korban seperti biasa datang ke pangkalan becak pasar Genteng II sekira pukul 08.30 namun dirinya curiga saat korban didapati baru saja datang tapi tertidur diatas becaknya.

"Saya curiga, baru datang kok sudah tertidur, akhirnya saya berusaha bangunkan, tetapi korban tidak bangun juga," kata Khoiri.

Keadaan itu membuat saksi Khoiri memanggil orang disekitarnya untuk memeriksa keadaan korban yang ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia.

"Tadi langsung kita hubungi anak korban untuk mengabarkan bila korban telah meninggal dunia dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Genteng," ungkapnya.

Keluarga korban menandatangani surat penolakan untuk dilakukan autopsi. (Irw) 

Kapolsek Genteng, Kompol Sudarmaji, SH, MH, dalam keterangannya memaparkan, berdasarkan atas laporan masyarakat pihaknya segera mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan pemeriksaan TKP serta mengambil keterangan para saksi-saksi.

"Berdasarkan keterangan keluarga korban, menyatakan bahwa korban ini memang memiliki riwayat sakit darah tinggi," ujar kapolsek dengan satu melati emas di pundaknya itu.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak medis dari piket pospam RSUD Genteng, lanjut Kompol Sudarmaji, Korban langsung di evakuasi ke rumah duka untuk disemayamkan.

"Menurut keterangan hasil pemeriksaan medis ditubuh korban tadi menyatakan bahwa korban telah mengalami pecah pembuluh darah," lanjut Kompol Sudarmaji.

Kapolsek Genteng menambahkan bahwa saat akan dilakukan Visum et repertum ke RSUD Genteng pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi.

"Tadi pihak keluarga menolak untukk dilakukan autopsi dengan membuat surat pernyataan penolakan autopsi," pungkasnya. (irw) 

Berita Terbaru