Pengusaha Tambang Galian C Tawarkan Santunan Kepada Keluarga Korban Tewas Tenggelam

avatar b-news.id
Nurhadi, ayah korban Salsabila (8) saat di temui B-news.id, Selasa (18/04/2023). (Irw)
Nurhadi, ayah korban Salsabila (8) saat di temui B-news.id, Selasa (18/04/2023). (Irw)

BANYUWANGI | B-news.id - Belum juga mengering tanah pemakaman ketiga korban tenggelam di kubangan bekas tambang galian C di Kecamatan Sempu, pihak pengusaha tambang tawarkan solusi perdamaian pada keluarga korban.

Melalui pertemuan mediasi, tiga pilar Pemerintah Desa Genteng Wetan menginisiasi pertemuan antara perwakilan keluarga korban dengan pihak pengusaha tambang, Selasa (18/04/2023) pagi.

Kepala Desa Genteng Wetan, H.Sukri saat dikonfirmasi oleh awak media usai acara mediasi menerangkan, bahwa upaya mediasi ini untuk mengakomodir permintaan warganya yang menjadi korban tenggelam di kubangan bekas tambang galian.

"Itu permintaan keluarga, bukan saya yang meminta, jadi saya panggil pihak korban dan saya panggil pak imamnya, ya sudah silahkan berkoordinasi sendiri," ucapnya

Belakangan diketahui nama dari pemilik tambang galian C di Dusun Tegalyasan, Desa Tegalarum, Kecamatan Sempu, yang sempat viral pasca ditemukannya 3 bocah tewas tenggelam itu bernama Imam Muslih warga kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Masih menurut Kades Genteng Wetan, pihaknya menginisiasi pertemuan mediasi tersebut agar warganya mendapatkan keadilan langsung dari pihak pengusaha tambang, berupa santunan dan lain-lain.

Rumah duka keluarga korban Aqila yang ditemukan tewas tenggelam di galian tambang, Senin petang 17 April 2023. (Ist) 

"Di sini itu cuma mediasi, bukan untuk membuat keputusan," ujar H.Sukri Kepala Desa Genteng Wetan pada awak media.

Saat ditanya terkait hasil kesepakatan antara pihak keluarga korban dan pengusaha tambang, Kades Genteng Wetan mengatakan terdapat kesepakatan yang belum final bahwa pihak pengusaha tambang akan memberikan santunan sebesar Rp.23.500.000 untuk tiap keluarga yang menjadi korban

"Alhamdulillah ada i'tikad baik dari pemilik tambang menawarkan santunan sebesar dua puluh tiga setengah juta, belum lagi ditambah sembako dan lain-lain," jlentrehnya.

Selain mengakomodir keadilan untuk warganya dalam hal ini adalah santunan bagi ketiga korban tenggelam di areal tambang, H. Sukri juga meminta pihak tambang segera menutup lubang-lubang bekas galian tambang tersebut.

Sementara, tokoh masyarakat sekaligus kerabat korban, Sujawi (61) warga Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, mengatakan bahwa ini bukan kali pertama terjadi peristiwa korban tenggelam, sebelumnya sudah pernah terjadi namun korban berhasil diselamatkan.

"Kemarin kan pernah terjadi tapi alhamdulillah dapat terselamatkan, nah ini kok terjadi lagi, jadi ini sudah kedua kalinya," ungkapnya.

Sujawi menambahkan, pihaknya berharap pengusaha tambang tak hanya sekedar memberikan santunan semata, namun harus ada jaminan bahwa kejadian serupa tidak terjadi untuk kesekian kalinya.

"Permintaan saya kalau diberikan santunan ya jangan hanya sebatas santunan saja, tapi bagaimana upaya pihak tambang agar kejadian serupa tidak terjadi," pungkas Sujawi. (irw)

Berita Terbaru