BANYUWANGI | B-news.id - Jelang waktu berbuka puasa, warga banyuwangi tiba-tiba dikejutkan dengan adanya getaran gempa bumi pada hari Jumat (14/04/2023) sekitar pukul 16.55 Wib.
Getaran gempa terasa disaat sebagian besar warga Banyuwangi tengah sibuk mempersiapkan menu berbuka puasa, saat gempa terjadi, sontak warga berhamburan keluar rumah untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
Seperti dirasakan oleh mbah Retno, seorang nenek renta berusia 86 tahun, warga Dusun Maron, Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng. dengan terhuyung-huyung dirinya berlari keluar rumah sembari berteriak.
"Kaget saya mas, getarannya terasa banget, saya langsung lari keluar rumah sampai lupa kompor belum saya matikan," ujarnya panik.
Kepanikan senada disampaikan oleh Muji (48) tetangga mbah Retno, saat getaran gempa terasa dirinya tengah asyik memasukkan sangkar burung peliharaannya kedalam rumah yang awalnya digantung di luar rumah.

Data resmi dan himbauan yang dirilis oleh laman resmi BMKG sesaat setelah gempa. (Tangkap layar laman resmi BMKG). (Ist)
"Saya sedang memasukan burung yang saya gantung diluar, kok tiba-tiba semua sangkar burung bergoyang, spontan saya teriak Lindu (Gempa, red) dan anak istri saya turut berhamburan keluar rumah," ungkap kicau mania asal Genteng Kulon ini.
Hasil penelusuran jurnalis B-news.id, dilansir dari laman resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan, pusat gempa terjadi di 68 km barat laut Tuban, Jawa Timur, dengan magnitudo 6,6 pada skala richter.
Data resmi yang dirilis oleh BMKG menyatakan gempa terjadi pukul 16.55 Wib tepatnya di 6.29 lintang selatan dan 111.92 bujur timur di kedalaman 632 km dari permukaan laut.
Kendati menurut perhitungan BMKG gempa tersebut tidak berpotensi tsunami, namun tetap diberikan himbauan agar warga masyarakat waspada gempa bumi susulan yang mungkin terjadi. (irw)
Editor : Zainul Arifin