Tokoh Lintas Agama Gelar Diskusi Kebhinekaan Bertajuk Kondusifitas Idul Fitri Tanggungjawab Siapa?

avatar b-news.id
Tokoh lintas agama dan elemen tokoh masyarakat seni dan budaya Banyuwangi berfoto bersama usai acara Diskusi Kebhinekaan di rumah kebangsaan, Rabu 12 april 2023 malam. (ist)
Tokoh lintas agama dan elemen tokoh masyarakat seni dan budaya Banyuwangi berfoto bersama usai acara Diskusi Kebhinekaan di rumah kebangsaan, Rabu 12 april 2023 malam. (ist)

BANYUWANGI | B-news.id - Kepala Kantor (Kakan) Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Banyuwangi yang turut hadir dalam acara Diskusi Kebhinekaan mendapat apresiasi dari tokoh lintas agama dan segenap elemen tokoh masyarakat Banyuwangi.

Acara diskusi Kebhinekaan yang bertajuk "Kondusifitas Idul Fitri Tanggung Jawab Siapa" dan dimoderatori oleh Hakim Said, SH, ini digelar di rumah kebangsaan, Kelurahan Karangrejo, Banyuwangi, pada Rabu malam (12/04/2023) kemarin.

Dalam prolog singkatnya, moderator menyampaikan bahwa acara tersebut adalah acara yang rutin diselenggarakan oleh Rumah Kebangsaan untuk mempererat silaturahmi dan memupuk kerukunan antar umat beragama di Banyuwangi.

"Acara yang rutin kami gelar ini bertujuan saling memupuk kerukunan beragama demi mencegah perpecahan antar umat beragama yang diakibatkan oleh perbedaan," terang Hakim Said, saat membuka acara tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Kakan Kemenag Banyuwangi, Dr.Amak Burhanuddin, Mpd.i, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, moderasi kebhinekaan harus dipahami sebagai komitmen bersama untuk menjaga keseimbangan yang paripurna.

"Semua elemen masyarakat, apapun suku, etnis, budaya, agama dan pilihan politiknya, harus mau saling mendengarkan, serta saling belajar melatih kemampuan mengelola dan mengatasi perbedaan," ucapnya mengutip sambutan Menteri Agama dalam buku moderasi beragama. 

Merawat toleransi beragama rutin dilakukan oleh para tokoh lintas agama dan elemen masyarakat di Banyuwangi. (ist)

Amak Burhanuddin menambahkan bahwa diskusi yang melibatkan hampir semua elemen masyarakat tersebut sangat baik bagi masyarakat Banyuwangi agar lebih dapat saling memahami perbedaan.

"Program penguatan moderasi keagamaan semacam ini menurut saya sangat baik bagi masyarakat Banyuwangi, sehingga umat beragama di Banyuwangi dapat menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya dengan komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan adaptif budaya lokal," imbuhnya.

Gayung bersambut, Ketua Lentera Sastra H.Syafaat, SH, MH.i, menyambut gembira dialog yang sangat istimewa tersebut, sebab tak hanya dihadiri oleh tokoh agama saja, melainkan juga dihadiri oleh tokoh seni dan budaya Banyuwangi.

"Dengan berkumpulnya tokoh seni, budaya dan agama ini akan menciptakan harmoni yang kuat di Bhumi Blambangan," ucap Syafaat.

Selanjutnya saling bersambut, satu persatu tokoh-tokoh agama Banyuwangi menyampaikan gagasan dan apresiasi atas terselenggaranya acara tersebut, serta mengakui betapa besar toleransi beragama yang diterapkan oleh masyarakat Banyuwangi.

Sementara itu Wakasat Binmas Polresta Banyuwangi, AKP Bambang SP, senada dengan Subbag Hukum Polresta Banyuwangi, Bripka Dr. Aditya Wiguna Sanjaya, SH, MH, MH. dalam menyampaikan harapannya agar Idul Fitri 1444 ini berjalan dengan kondusif.

"Dalam perayaan Idul Fitri 1444 tentunya intensitas lalu lintas di Banyuwangi akan meningkat, oleh karenanya diharapkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara," pinta Bintara muda peraih gelar doktor ilmu hukum dari universitas Brawijaya dengan predikat Cumlaude ini.

Seperti diketahui bahwa Kabupaten Banyuwangi adalah sebuah kabupaten paling ujung timur Pulau Jawa yang sangat aktif merawat keberagaman dan toleransi beragama serta sarat akan kearifan lokal turun temurun hingga hari ini. (irw)

Berita Terbaru