BANGKALAN | B-news.id - Bulan Ramadhan seharusnya diisi dengan meningkatkan keimanan dan ketaqwaan, memperbanyak amal sedejah serta menjalin ukhuwah Islamiyah.
Namun, bulan Ramadhan tahun 1444 H ini, terutama di Kabupaten Bangkalan punya gawe besar, yakni berbarengan dengan proses verifikasi tahapan Pilkades Serentak 2023.
Dalam perjalanan proses verifikasi dan seleksi aroma politik sangat terasa dan situasi makin memanas karena diwarnai dengan aksi jegal menjegal kontestan.
Banyak para calon peserta kontestan yang didukung warga pada gugur atau digugurkan tanpa alasan yang jelas, sehingga menimbulkan pro kontra disejumlah desa bahkan menimbulkan Insiden berdarah berujung pembacokan.
Kali ini terjadi pada warga Kecamatan Klampis. disaat akan digelar pertemuan di kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) setempat. Dalam insiden ini, tiga orang dilaporkan menjadi korban pembacokan.
Bahkan satu dari tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Peristiwa ini terjadi di Jalan Raya Halim Perdana Kusuma, tak jauh dari kantor DPMD.
"Korban inisial M, warga asal Desa Bulung meninggal di lokasi kejadian, sementara dua korban lainya kritis dan saat ini masih menjalani perawatan medis," kata Kapolres Bangkalan AKBP Wiwit Ari Wibisono, Rabu (5/4/2023) malam.
Sebenarnya potensi kerusuhan Pilkades serentak di Bangkalan ini sudah menjadi kekhawatiran sejumlah pihak, sejak jauh-jauh hari. Insiden juga sudah beberapa kali terjadi, namun Pemkab Bangkalan terutama Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2KD) tidak tanggap dan kurang antisipasi.
Sebelumnya, kasus pembacokan seorang anggota staf pemilihan bernama Ridoi (37). Ia dianiaya oleh salah satu bakal calon kepala desa di Desa Manggaan Kecamatan Modung Kabupaten Bangkalan Madura.
Ia dibacok hingga menderita luka serius pada tubuhnya. Pelaku pembacokan bernama Samsul (50), yang merupakan salah satu bakal calon Kepala Desa Manggaan.
Motifnya, pelaku sakit hati karena tidak lolos verifikasi dalam proses pencalonan kades setempat. Peristiwa ini terjadi pada 17 Maret 2023 lalu.
Peristiwa lain terjadi di Desa Kanegara Kecamatan Konang, juga di Kabupaten Bangkalan. Dua kelompok massa terlibat ketegangan dan nyaris bentrok. Salah satu kubu ini merupakan pendukung bakal calon kades yang digugurkan oleh panitia seleksi.
Tak terima calonnya digugurkan, kedua kelompok massa kemudian melakukan protes. Pendukung calon kades yang gugur itu mendatangi balai desa, dan diHadang oleh pendukung calon incumbent. Kejadian itu sempat viral di media sosial.
Dalam video yang beredar di media sosial itu, warga dari kubu yang tidak lolos meluruk kantor desa dan menemui P2KD sambil membawa senjata tajam (sajam) celurit.
Berikutnya di Desa Morombuh. Sejumlah warga, pendukung salah satu calon mendatangi kantor P2KD. Penyebabnya karena bakal calon kepala desa yang didukung warga ini digugurkan,
Sementara ketika B-news.id pada Kamis 6/4 mau konfirmasi kepada Rudiyanto, selaku Kepala Plt Dinas Permberdyaan Masyarakat dan Desa Bangkalan menurut salah satu staf fungsional berinisial Erick mengatakan tidak ada ditempat. "Kalau konfirnasi tetkait kinerja P2KD silahkan hubungi bapak Plt atau Sekda selaku Ketua," pungkas Erick sambil berlalu tergesa-gesa pergi meninggalkan ruangan. (cholis)
Editor : Zainul Arifin