Diduga Alami Gangguan Jiwa, Perempuan 20 Tahun Jeburkan Diri ke Sungai

avatar b-news.id
Foto tangkap layar video dramatis kiriman warga, detik-detik saat Solihatul Muslimah di selamatkan oleh salah seorang warga. (hms)
Foto tangkap layar video dramatis kiriman warga, detik-detik saat Solihatul Muslimah di selamatkan oleh salah seorang warga. (hms)

BANYUWANGI | B-news.id - Diduga mengidap gangguan kejiwaan wanita muda Asal Srono nekad ceburkan diri ke sungai Bomo dari atas jembatan bekas rel kereta.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis pagi sekira pukul 07.30 wib, Solihatul muslimah (20) warga Dusun Plembang Rejo, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono, tanpa sebab menceburkan dirinya ke sungai Bomo, Dusun Krajan, Desa Wonosobo, Kecamatan Srono.

Mastiah (50) salah satu keluarga korban menuturkan, bahwa kejadian tersebut berawal dari dirinya menyaksikan korban berjalan keluar rumah menuju arah timur. sebab korban mengalami gangguan kejiwaan, maka Mastiah berinisiatif untuk membuntuti korban namun hilang jejak.

"Waktu kecil dulu dia pernah stepp hingga akhirnya mengalami gangguan jiwa," ujar Mastiah.

Saksi Mastiah bermaksud terus mencari keberadaan korban namun tak lama terdengar kabar bahwa korban sudah di dapati menceburkan dirinya ke sungai Bomo.

Korban diketahui loncat dari jembatan bekas rel kereta api yang membentang diatas sungai Bomo, meski sempat terbawa arus dari sisi barat ke sisi timur jembatan. Namun beruntung warga yang melihat segera memberikan pertolongan.

Kondisi korban Solihatul Muslimah (20) sesaat setelah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit NU Mangir, Srono. (hms) 

Kepolisian Sektor (Polsek) Srono mendapatkan informasi dari Kepala Desa Wonosobo, Imam Muslim, segera bergegas menuju ke tempat kejadian perkara.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol. Deddy Foury Millewa, melalui Kapolsek Srono, AKP. Achmad Junaedi membenarkan kejadian tersebut. pihaknya segera memberikan pertolongan dengan membawa korban ke Rumah sakit NU Mangir.

"Anggota kita segera bantu evakuasi korban, kemudian kita lakukan olah kejadian perkara serta meminta keterangan saksi-saksi dan tetap berkoordinasi dengan pihak rumah sakit dan pihak pemerintahan desa Wonosobo kecamatan Srono," ungkap AKP. Junaedi pada awak media.

Atas kejadian tersebut korban mengalami luka robek dibagian belakang kepala diduga terantuk batu saat jatuh ke sungai dan segera mendapatkan perawatan dari Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (NU) Mangir, Kecamatan Srono, Banyuwangi. (irw)

Berita Terbaru