Sempat Viral Tiga Bocah di Banyuwangi Tidak Bersekolah dan Jadi Pemulung, Bupati Ipuk Segera Turun Tangan

avatar b-news.id
Bupati Banyuwangi, Ipuk Festiandani, kunjungi tiga bocah Genteng wetan yang sempat viral tidak bersekolah, Jumat (31/03/2023) malam.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Festiandani, kunjungi tiga bocah Genteng wetan yang sempat viral tidak bersekolah, Jumat (31/03/2023) malam.

BANYUWANGI | B-news.id - Disela-sela kegiatan safari ramadhan bupati Banyuwangi, ipuk Festiandani mendapat laporan masyarakat akan adanya sebuah keluarga yang sempat viral karena tinggal di bantaran sungai bersama ketiga anaknya yang tidak bersekolah dan jadi pemulung.

Ipuk sapaan akrab Bupati Banyuwangi ini segera respon cepat dan perintahkan jajarannya bersiap di lokasi untuk meninjau langsung keadaan ketiga bocah tersebut malam itu juga, Jumat (31/03/2023) sebagai reaksi cepat bupati menanggapi laporan masyarakat.

Ketiga bocah tersebut adalah MA (16), MM (10) dan AK (6) yang merupakan anak dari pasangan GM (46) dan SK (37) namun disinyalir mereka tidak dapat bersekolah bukan hanya karena faktor ekonomi saja, melainkan juga karena faktor sosial seperti dituturkan salah seorang warga.

"Bansos-bansos mereka selalu dapat, tapi sepertinya mereka juga butuh bimbingan konseling, tak hanya anaknya tetapi juga orangtuanya agar bertambah kesadarannya," ungkap salah seorang warga.

Ipuk tiba di lokasi bersama Kepala Bidang Pmbinaan Sekolah Nenengah Pertama (Kabid SMP) Dinas Pendidikan kabupaten Banyuwangi, H. Alfian, M.Pd, Camat Genteng Satriyo, S.Sos, M.Si untuk menemui langsung dan memastikan agar anak-anak tersebut dapat melanjutkan pendidikannya.

"Yang pertama kita akan bantu anak-anak ini untuk bisa melanjutkan bersekolah dan kebetulan keluarga ini sudah mendapatkan bantuan sosial dari PKH, BPNT maka tinggal kita ingin bantu untuk rumahnya," terangnya. 

Kondisi keluarga yang sempat viral berada di bantaran sungai desa Genteng wetan. (Foto, irawan/B-news.id)

Tak hanya memastikan jaminan pendidikannya, Bupati Banyuwangi juga berfokus pada tempat tinggal yang layak huni agar keluarga atau orang tuanya pun dapat mengasuh ketiga anak tersebut dengan layak.

"Karena ini bukan tanah pribadi mereka, maka mungkin nanti kita carikan dana lain bisa dari Baznas atau CSR yang lain untuk secepatnya dilakukan bedah rumah dulu seadanya sambil nanti dari Kecamatan dan dari Desa membantu untuk relokasi," jelasnya saat wawancara dengan jurnalis B-news.id

Sesuai arahan bupati, Kabid pembinaan SMP kepada awak media menyatakan kesiapannya untuk menjamin dan memastikan agar ketiga-tiganya tetap mendapatkan pendidikan yang layak hingga ke jenjang sekolah menengah atas.

"Saya jamin, mulai dari seragamnya sampai biaya sekolahnya, meskipun sampai SMA pun saya masih bisa mengantarkan mereka untuk tetap bersekolah," tegas Alfian kepada awak media.

Hadirnya bupati Banyuwangi dan jajaran menjadi bukti keberpihakan pemerintah daerah dalam mengentaskan pendidikan bagi warga miskin, bahkan istri dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Men-PANR-RB) ini perintahkan bawahannya agar besok memberikan bantuan sepeda untuk mereka bersekolah. (irw)

Berita Terbaru