Lestarikan Budaya, Desa Kebonsari Gelar Siraman Pusaka Kyai Bonto

avatar b-news.id
 Prosesi tradisi ritual budaya siraman pusaka Kyai Bonto yang berbentuk sebuah wayang di Desa Kebonsari. (Ist)
Prosesi tradisi ritual budaya siraman pusaka Kyai Bonto yang berbentuk sebuah wayang di Desa Kebonsari. (Ist)

BLITAR |  B-news.id - Sudah menjadi agenda tahunan masyarakat Desa Kebonsari Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar Jawa Timur, menggelar Tradisi Ritual Budaya Siraman Pusaka Kyai Bonto.

Adat budaya tradisi Siraman Kyai Bonto benda pusaka yang berwujud wayang kayu kuno peninggalan sejarah kerajaan Mataram ini, dilakukan setiap tanggal 12 Maulid Tahun Hijriyah.

Hadir pada kegiatan ini diantaranya, forkompimcam Kademangan, Kepala desa beserta staf, serta ratusan warga masyarakat yang turut menyaksikan jalannya prosesi Siraman Kyai Bonto

"Pada hari ini kita laksanakan secara bersama - sama bisa berjalan dengan baik dan lancar meskipun kondisinya hujan. Hujan ini karena berkah, kita tidak bisa menolak yang penting hari ini kita dapat melaksanakan dengan baik, siang hari ini tidak hujan," demikian dikatakan Subakri Kepala Desa Kebonsari mengawali sambutannya pada Prosesi Siraman Kyai Bonto pada Minggu (9/10/2022).

Lebih lanjut Subakri menyampaikan, "Mudah - mudahan acara ini mendapat ridho dari Allah SWT serta mendapat berkahnya. Yang kedua kami atas nama panitia mengucapkan terima kasih kepada Muspika Kademangan dan bapak Camat serta Dinas Pariwisata untuk memberikan arahan dan bimbingan untuk langkah selanjutnya di Tahun 2023 mendatang,"katanya.

 Upacara adat nyekar di makam Raden Ayu Suwartiningsih. (Ist) 

"Karena situasi dan kondisi covid semacam ini, kalau memang tidak ada covid ini bisa berjalan terus menerus sehingga setiap tahun kita laksanakan upacara ini, karena ini upacara adat yang baru - baru ini kita mendapatkan pengesahan dari pusat. Sehingga tugasnya bapak - bapak dan ibu - ibu seluruh warga masyarakat desa Kebonsari adalah melestarikan budaya ini. Kita menjaga dan melestarikannya,"kata Subakri yang menjabat 3 periode ini.

Untuk itu, warga masyarakat desa Kebonsari sanggup mengadakan kegiatan semacam ini setiap tahun. "Saya ucapkan terima kasih atas partisipasi masyarakat dan pemerintah yang telah mendukung kegiatan acara ini." imbuhnya.

Senada dengan ini Camat Kademangan Yuda Ismawanto menyampaikan,"Kami atas nama pemerintah Kecamatan dan Muspika Kademangan mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya acara ini. Hal ini berkat kerjasama kita semua dan doa panjenengan semua. Budaya adat yang kita miliki ini, kita uri - uri betsama, kita lerstarikan bersama seperti yang telah disampaikan oleh bapak kepala desa." ungkapnya.

Menurutnya regenerasi estafet ini akan terus berjalan. Sehingga siapa lagi yang nantinya akan melestarikan kalau tidak kita semuanya. Baik generasi adik - adik kita kakak kita ataipun senior - senior yang telah mendahului kita.

"Dengan adanya kegiatan adat istiadat ini kita ambil hikmahnya dari leluhur - leluhur kita yaitu kerjasama, gotong royong, kekeluargaan serta musyawarah. Leluhur kita memberikan contoh seperti saat ini kita berada ditengah hutan. Yang mana leluhur kita bisa hidup berdampingan dengan alam. Maka dari itu kita sama - sama jaga hutan kita, lingkungan kita dan juga tetangga kita.Bila kita melaksanakan semua itu dengan baik, tentunya kita akan nyaman dan tidak akan ada yang mengganggu." pungkasnya.

Sementara itu Agus Sutjipto, S Sos, MM, Pamong Budaya Ahli Muda pada Bidang Kebudayaan Dinas Porbudpora Kab Blitar menyampaikan, bahwa upacara siraman Kyai Bontho sudah ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

Pada hari Jumat kemarin dari dinas, dan juga dari desa yang di wakili Kades dan tokoh masyarakat diundang untuk ikut menghadiri penetapan warisan budaya tak benda Indonesia melalui rapat zoom meeting di kantor dinas pariwisata kebudayaan pemuda dan olah raga kabupaten Blitar. 

"Alhamdulillah upacara adat siraman kyai Bonto ini, dapat diterima dan ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda Indonesia oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Tehknologi. Maka tugas kita adalah untuk melestarikan agar upacara siraman Kyai Bonto ini dapat berlangsung terus."katanya 

"Mengingat tidak semua daerah dapat atau mempunyai warisan budaya tak benda yang diakui oleh pemerintah secara resmi. Oleh karena itu saya sangat bangga kepada panitia dan khususnya bapak Kepala Desa yang telah menyelenggarakan di pagi ini. Semoga kegiatan ini terdapat positif terhadap perekonomian masyarakat di desa Kebonsari." pungkasnya. (sunyoto)

Berita Terbaru