GRESIK | B-news.id - Bus Trans Jatim jurusan Terminal Bunder Gresik - Porong Sidoarjo setelah dilaunching sekitar tiga bulan lalu kini mulai dilirik dan diminati masyarakat.
Hampir setiap hari, terutama saat pagi hari jam masuk kerja dan jam pulang kantor, banyak orang yang beralih menggunakan jasa transportasi umum yakni bus Trans Jatim daripada menggunakan kendaraan pribadi atau sepeda motor.
Selain efektif dan efisien, tarifnya juga murah hanya Rp 5.000 dari Terminal Porong Sidoarjo sampai Terminal Gresik. Selain itu, angkutan transpostasi milik pemerintah tersebut juga sangat nyaman karena kendaraan tersebut dilengkapi pendingin AC.
Praktis banyak pekerja yang mulai beralih dari kendaraan pribadi karena dinilai sangat cocok untuk para pekerja yang membutuhkan jasa transportasi Bus Trans Jatim.
Wartawan B-news.id saat melakukan investigasi di lapangan dan mencoba naik dari Terminal Bunder Gresik pada Jumat Sore (7/10/2022) pukul 18.00 WIB, penumpang sudah menumpuk di Terminal Bunder.
Setelah menunggu hampir setengah jam lebih, Bus yang kami tumpangi dalam sekejab kursi sudah terisi penuh. Bahkan tidak semua penumpang yang sudah menunggu tidak semua terangkut.
"Kalau mau naik silakan, tapi berdiri, karena kursi sudah penuh," ujar petugas 'pramugari' bus Trans Jatim yang juga penarik karcis.
Ajakan itu tentu disambut baik oleh penumpang meskipun dengan berdiri dan bergelantungan karena tidak kebagian tempat/kursi.
Bahkan ada beberapa halte vang disediakan sebelum masuk tol Gresik terlihat membludak, penuh sesak. Lagi-lagi penumpang yang sudah menunggu di halte tidak bisa terangkut karena di dalam Bus sudah penuh sesak oleh penumpang yang berdiri.
Dengan terpaksa, penumpang yang sudah antri menunggu dan tidak mungkin bisa diangkut dan harus menunggu mobil antrian di belakangnya.
Celakanya, jika mobil di belakangnya penuh lagi, tentu saja membuat penumpang yang sudah antri ber jam- jam semakin resah dan stres karena belum bisa naik.
Melihat animo masyarakat ini yang begitu tinggi, pengelola Bus Trans Jatim, dalam hal ini Dinas Perhubungan Jatim harus segera mengevaluasi, apakah bus perlu ditambah lagi atau jarak antar Bus perlu diperpendek jam antriannya.
Hal ini untuk mengantisipasi agar bisa mengurangi penumpukan penumpang terutama di beberapa halte yang sudah ditentukan.
Hanik, (40) warga Sidokare Sidoarjo mengaku baru pertama kali menjajal bus Trans Jatim ke Terminal Bunder Gresik. " Waktu itu hari Minggu, saya naik dari halte Suncity jam 11 siang, ternyata sudah nggak kebagian tempat duduk, terpaksa berdiri sampai Gresik, lumayan kesel," pungkasnya. (za)
Editor : Redaksi