BLITAR | B-news.id - Sebagai bentuk upaya terciptanya sebuah kerukunan dan kebersamaan warga masyarakat Kelurahan Kanigoro, Pemerintah Kelurahan Kanigoro Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar bersama masyarakat menggelar berbagai kegiatan pada momentum Hari Jadi Blitar ke-698 dan HUT Kemerdekaan RI ke 77 dan bersih kelurahan.
Tidak tanggung-tanggung kegiatan yang digelar sejak bulan Juli hingga bulan Desember 2022 mendatang, dikemas melalui berbagai acara di antaranya, fashion show, pameran produk unggulan UMKM, pentas seni campursari, jaranan, pagelaran wayang kulit, pawai budaya, dan lain-lain.
"Jadi prinsip saya, kalau jadi pemimpin jangan setengah - setengah. Jadi tugas saya di Kanigoro itu harus bisa merangkul semuanya, jangan sampai kalau jadi pemimpin dibenci warganya," kata Kalur Kanigoro Alfandi Y, S.I.P, M,M mengawali perbincangannya dengan awak media, Rabu (21/9/2022) kemarin. "Kalau belum pernah ada karnaval, ya ayo kita adakan bersama. Biar warga itu, sanggupkah dengan kita? Yang kedua, Kanigoro itu jangan hanya dilihatnya acara kabupaten. Jadi kita harus bisa bikin acara yang bisa dinikmati oleh warga Kanigoro sendiri, yang pesertanya mayoritas dari warga sendiri saya ingin warga kompak."katanya.
Untuk tajuknya dalam rangka merayakan HUT RI dan Hari Jadi Kabupaten Blitar. Bentuk kegiatan, karnaval, ada cek sound, parade budaya nusantara, menampilkan yang sifatnya potensi masing-- masing lingkungan. Jarak tempuh 2,3 km pesertanya hampir 4 ribu orang. Peserta yang ikut ada yang dari Nglegok, Karangsono, Satreyan, Nggaprang artinya kita menerima partisipasi dari desa tetangga karena hidup berdampingan. Untuk rencana Desember puncak acaranya.
"Jadi nanti bukan hanya tiap RT, tapi tiap tokoh membawa makanan khas, membawa potensi yang dimiliki, kalau bawa sanghai ya sanghai, bawa krupuk, bawa tahu tempe. Artinya warga Kanigoro itu menerima kehadiran kita semua. Ini sebagai bentuk kebersamaan, antara warga dengan pemerintah hubungannya baik. Jadi saling guyub rukun dan baru pertama kali karnaval ini diadakan. Untuk sewa sound system, sewa panggung itu semua uang dari saya pribadi. Kenapa bisa begitu karena saya mencintai Kanigoro,"ungkap Kepala Kelurahan yang sangat familier ini.
Ketika ditanya oleh awak media, Alfandi memaparkan, tujuannya hanya nebgukir sejah. "Saya hanya ingin mengukir sejarah dan sejarah itu mahal, sebab bila kamu ingin diingat oleh warga, ya harus bisa mengukir sejarah, meskipun dalam membuat sejarah itu butuh pengorbanan, kita harus berkontribusi agar bisa dikenal. Pencitraan itu juga penting agar dikenal oleh masyarakat, termasuk teman media, artinya kita bersinergi. Kita tidak bisa maju sendiri tanpa orang lain. Orang dikatakan kaya karena ada orang miskin, ada orang dikatakan pinter karena ada yang kurang pinter. Jadi jangan pernah merasa paling hebat sendiri." paparnya.
"Harapan saya, warga Kanigoro guyub rukun, gotong royong dan bangga menjadi orang Kanigoro dan tidak malu mengakui dirinya sebagai orang Kanigoro dan juga tidak termarjinalkan dengan ibu kota itu sendiri serta jangan merasa tersisih." pungkasnya. (sunyoto)
Editor : Redaksi