Pemprov Jatim Resmikan Instalasi Pengolahan Air 100 Liter per Detik SPAM Regional Mojolagres di Mojokerto

avatar Redaksi
Kepala DPRKP CK Provinsi Jatim, I Nyoman Gunadi, beri penjelasan kepada Gubernur Khofifah IPA yang berkapasitas 100 liter per detik untuk 24.000 SR di wilayah Mojokerto Lamongan Gresik. Foto:dok humas
Kepala DPRKP CK Provinsi Jatim, I Nyoman Gunadi, beri penjelasan kepada Gubernur Khofifah IPA yang berkapasitas 100 liter per detik untuk 24.000 SR di wilayah Mojokerto Lamongan Gresik. Foto:dok humas

MOJOKERTO | B-news.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (DPRKP CK) Provinsi Jawa Timur meresmikan Instalasi Pengolahan Air (IPA) berkapasitas 100 liter per detik pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Mojolagres.

Peresmian dilaksanakan di Losari Barat, Desa Sidoharjo, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto pada 26 Februari 2026..

Baca Juga: Gubernur Khofifah Salurkan Berbagai Bantuan dan Tali Asih Senilai Rp16,616 Miliar untuk Masyarakat Kabupaten Kediri

Kepala DPRKP CK Provinsi Jatim, I Nyoman Gunadi, menegaskan bahwa air bersih merupakan fondasi utama pembangunan daerah. Seiring pertumbuhan kawasan di Kabupaten Mojokerto, Lamongan, dan Gresik, kebutuhan layanan air minum yang andal dan berkelanjutan terus meningkat.

“Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menghadirkan SPAM Regional Mojolagres sebagai infrastruktur strategis lintas kabupaten,” ujarnya.

SPAM Regional Mojolagres dirancang sebagai sistem terintegrasi yang memanfaatkan air baku dari Sungai Brantas untuk melayani masyarakat di tiga wilayah tersebut. Sistem ini telah beroperasi sejak 2015 dengan kapasitas awal 50 liter per detik, kemudian meningkat menjadi 150 liter per detik pada 2018.

Kepala Dinas DPRK CK Jatim I Nyoman Gunadi (tengah kanan) bersama Gubernur Khofifah. (foto: dok humas)

Saat ini, dari total kapasitas terpasang 200 liter per detik, sebanyak 192 liter per detik telah terdistribusi kepada masyarakat.

Dengan diresmikannya instalasi tambahan berkapasitas 100 liter per detik ini, kapasitas sistem secara keseluruhan ditargetkan mencapai 300 liter per detik. Pengembangan tersebut didukung pendanaan lebih dari Rp50 miliar dari APBD Provinsi Jawa Timur.

Nyoman menjelaskan, pengembangan ini bukan sekadar peningkatan kapasitas, melainkan langkah strategis untuk memastikan ketahanan air regional dalam jangka panjang.

Baca Juga: Try Sutrisno Wafat, Gubernur Khofifah Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Jatim Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Seluruh proses pengolahan dan distribusi dilakukan melalui sistem modern dan terintegrasi, dengan pengawasan kualitas air dan pengendalian operasional yang dipantau secara terpusat.

Ia memaparkan, proses pengolahan air dari Sungai Brantas hingga siap dikonsumsi masyarakat melalui 10 tahapan.

Dimulai dari intake atau pengambilan air baku, prasedimentasi untuk mengendapkan partikel kasar, proses koagulasi dengan pemberian bahan kimia, pembentukan flok, sedimentasi lanjutan, filtrasi menggunakan media filter, penampungan sementara, injeksi desinfeksi untuk membunuh kuman, hingga masuk ke reservoir sebelum didistribusikan.

“Nilai kekeruhan air atau NTU kami jaga di bawah 1. Standar WHO maksimal 1, sementara Permenkes memperbolehkan hingga 3. Artinya air yang kami produksi sangat bersih dan aman,” jelasnya.

Baca Juga: Gubernur dan Kapolda Jatim Resmikan Sarana Prasarana SMAN 2 Taruna Bhayangkara di Banyuwangi

Foto bersama usai peresmian SPAM Mojolagres di Mojokerto. (foto: dok humas)

Selain pembangunan instalasi baru, dilakukan pula revitalisasi bangunan lama yang sebelumnya tidak difungsikan. Gedung operasional yang semula satu lantai kini ditingkatkan menjadi dua lantai agar lebih efektif, dilengkapi ruang laboratorium, ruang rapat, serta fasilitas pendukung lainnya. Sistem distribusi juga diperkuat dengan peningkatan daya dan optimalisasi jaringan antarinfrastruktur.

Dengan kapasitas 300 liter per detik, SPAM Regional Mojolagres diproyeksikan mampu melayani sekitar 24.000 sambungan rumah atau hampir 100 ribu jiwa. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dari pemerataan pembangunan, pemenuhan layanan dasar, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat di Jawa Timur.

Peresmian ini sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam menghadirkan layanan publik yang terencana, terukur, dan berkelanjutan menuju Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.(adv/za)

Berita Terbaru