SURABAYA | B-news.id - Rencana pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Surabaya Selatan dipastikan mengalami penundaan. Padahal, proyek tersebut merupakan salah satu janji kampanye Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, dalam upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi warga di wilayah selatan.
Hal itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, dr. Akmarawita Kadir, seusai rapat koordinasi bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Selasa (21/10/2025).
Baca juga: Kasus Anak di Bawah Umur di Cafe Black Owl, Ketua Komisi D DPRD Surabaya Minta Dibentuk Tim Gabungan
“Pembangunan RS Surabaya Selatan merupakan janji kampanye Wali Kota Eri Cahyadi. Program ini baik dan semua pihak mendukung, karena bisa memangkas jarak pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah selatan,” ujar dr. Akmarawita Kadir kepada wartawan B-news.id.
Namun, Akmarawita menjelaskan, pembangunan RS tersebut harus tertunda akibat berkurangnya dana transfer daerah sebesar Rp730 miliar untuk Kota Surabaya pada tahun ini. Meski begitu, ia menegaskan bahwa rencana pembangunan rumah sakit tersebut tetap akan dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.
“Penundaan ini murni karena penyesuaian fiskal, bukan pembatalan. Anggarannya akan dialokasikan kembali dalam APBD 2026,” jelasnya.
Menurut Akma, sapaan akrab Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya, pembangunan RSUD keempat milik Pemkot Surabaya itu menjadi langkah strategis memperluas jangkauan pelayanan kesehatan.
Baca juga: Dua Proyek Mangkrak Diputus Kontrak, Komisi D Tekankan BPJS Ketenagakerjaan
“RSUD Surabaya Selatan akan melengkapi tiga rumah sakit daerah yang sudah ada. Dengan begitu, akses masyarakat terhadap layanan kesehatan dasar dan rujukan bisa lebih merata di seluruh kecamatan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Nanik Sukristina, S.K.M., M.Kes., mengatakan masyarakat di wilayah Surabaya Selatan tetap bisa mendapatkan layanan kesehatan melalui puskesmas dan rumah sakit swasta terdekat.
“Pelayanan kesehatan masyarakat tetap berjalan. Kami juga sudah menyiapkan ambulans di setiap kelurahan untuk mendukung mobilitas pasien menuju fasilitas kesehatan terdekat,” ujar Nanik.
Baca juga: APBD Surabaya 2026 Disahkan, Mampukah Target Ambisius Pemkot Tercapai?
Menurut Nanik, pembangunan RS Surabaya Selatan akan menjadi RSUD keempat milik Pemerintah Kota Surabaya, setelah RSUD Soewandhie, RS Bhakti Dharma Husada (BDH), dan RSUD Eka Candra Rini.
“Keberadaan RSUD baru ini akan memperkuat layanan kesehatan di 31 kecamatan. Lokasi yang direncanakan berada di Karang Pilang, dengan anggaran Rp482 miliar yang telah disiapkan pada APBD 2026,” terang Nanik.
Komisi D DPRD Surabaya berharap proyek tersebut segera terealisasi setelah kondisi keuangan daerah kembali stabil, agar warga di wilayah selatan dapat menikmati pelayanan kesehatan yang lebih merata dan mudah dijangkau.(rizal)
Editor : Zainul Arifin