BLITAR | B-news.id - Warga Desa Rejoso, Kecamatan Binangun, Kabupaten Blitar dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat tanpa identitas (Mr. X) di area lahan Perhutani petak 26, tepatnya di bawah pohon pete yang berada di lahan tebu pada Selasa pagi (16/9/2025) sekitar pukul 07.00 WIB.
Penemuan mayat itu pertama kali diketahui oleh seorang warga setempat, Mesiran (60), seorang petani asal Desa Rejoso. Saat pulang dari menyemprot tanaman tebu, Mesiran melihat ada sosok laki-laki tergeletak di pinggir jalan lahan tebu. Awalnya ia mengira orang tersebut sedang beristirahat, namun setelah didekati ternyata sudah tidak bernyawa.
Baca juga: Penemuan Jenazah Pria di Blitar, Diduga Meninggal Akibat Sakit Jantung
Mengetahui hal itu, Mesiran langsung menghubungi Kepala Desa Rejoso, Wawan Aprilianto (60), untuk melaporkan temuannya. Wawan yang menerima laporan kemudian berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat, sebelum akhirnya menghubungi pihak Polsek Binangun agar segera dilakukan pengecekan ke lokasi kejadian.
Tidak lama berselang, petugas Polsek Binangun bersama perangkat desa dan tenaga medis dari Puskesmas Binangun tiba di lokasi. Mereka segera melakukan pemeriksaan awal terhadap kondisi korban sekaligus mengamankan area tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya, jenazah dibawa ke RSUD Ngudi Waluyo Wlingi untuk keperluan visum dan proses identifikasi.
Dari hasil pemeriksaan awal, korban berjenis kelamin laki-laki dengan perkiraan usia sekitar 70 tahun. Tubuhnya tampak kurus dengan tinggi badan sekitar 155 cm. Rambut korban berwarna putih kehitaman.
Saat ditemukan, korban hanya mengenakan kaos hitam yang menutupi sebagian perut dan celana coklat yang tersingkap, dengan posisi tubuh terlentang.
Petugas juga menemukan luka gores di lengan kanan korban. Namun demikian, dari hasil pengecekan sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan lain yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Kondisi jenazah juga masih utuh dan belum berbau, sehingga diperkirakan korban meninggal sekitar 5–6 jam sebelum ditemukan.
Baca juga: Kasus Penemuan Mayat Perempuan di Gubuk Sawah Kepanjen, Polisi Masih Lakukan Penyelidikan
Selain kondisi tubuh korban, di sekitar TKP juga ditemukan sejumlah barang yang diduga milik korban. Antara lain satu karung plastik berisi barang-barang bekas, dua botol air mineral, dua bungkus roti sisir, serta sepotong celana kolor pendek berwarna coklat. Barang-barang tersebut kini diamankan sebagai barang bukti.
Menurut keterangan warga, korban sebenarnya sudah terlihat berada di sekitar lokasi selama kurang lebih satu minggu terakhir. Diduga korban adalah seorang gelandangan yang sering mondar-mandir di area lahan tebu tersebut.
Beberapa petani bahkan mengaku sempat mencoba mengajak korban berkomunikasi, namun korban sulit diajak bicara.
Pihak kepolisian kini masih berupaya melakukan identifikasi lebih lanjut terhadap korban. Unit Identifikasi Polres Blitar akan menggunakan alat MAMBHIS (Mobile Automated Multi-Biometric Identification System) untuk mencocokkan data sidik jari guna mengetahui identitas pasti korban.
Baca juga: Warga Ringinrejo Gempar, Temukan Mayat Mengapung di Pantai Jolosutro Blitar
Kapolsek Binangun melalui Kasubsi PIDM Sihumas Polres Blitar, IPDA Putut Siswahyudi, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan bahwa langkah-langkah pemeriksaan TKP dan pengamanan barang bukti sudah dilakukan, serta jenazah sudah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.
“Kondisi jenazah masih utuh, tidak ada tanda kekerasan, dan diperkirakan meninggal sekitar lima hingga enam jam sebelum ditemukan. Identitas korban masih belum diketahui, sehingga akan dilakukan identifikasi lanjutan,” ungkap IPDA Putut.
Penemuan mayat tanpa identitas ini sempat menggemparkan warga sekitar, mengingat lokasi TKP berada di jalur yang sering dilewati petani untuk menuju lahan tebu. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil identifikasi untuk memastikan siapa korban sebenarnya, serta menelusuri kemungkinan penyebab kematiannya.(*)
Editor : Zainul Arifin