BLITAR | B-news.id - Kamis 31 Juli 2025 Warga Desa Tlogo, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar digegerkan dengan penemuan sesosok jenazah pria di dalam sebuah rumah di kompleks BTN Tlogo pada Kamis pagi.
Korban diketahui bernama N.S. (58), seorang wiraswasta yang beralamat di Kelurahan Turi, Kecamatan Sukorejo, Kota Blitar. Diduga kuat, korban meninggal dunia akibat riwayat penyakit jantung yang dideritanya.
Baca Juga: Ormas BIDIK Demo Soroti Ketimpangan Wilayah di Kabupaten Blitar
Peristiwa tragis ini pertama kali terungkap sekitar pukul 08.30 WIB ketika saksi 1, Suyadi (56), dan saksi 2, Asifa Qurotun Nikmah (16), yang merupakan tetangga dekat korban, mulai mencium bau busuk menyengat dari arah rumah N.S. Kecurigaan mereka semakin menjadi-jadi lantaran korban sudah tidak terlihat sejak Senin, 28 Juli 2025.
Merasakan ada yang tidak beres, Suyadi memberanikan diri untuk mengintip ke dalam rumah korban. Betapa terkejutnya ia saat melihat N.S. tergeletak tak bernyawa di lantai.
Pemandangan itu sontak membuatnya panik dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada Hasanuri (68) dan H. Sumartono (65), ketua RT setempat.
Bersama ketua RT, Suyadi kemudian membuka paksa pintu rumah korban. Di dalamnya, mereka menemukan N.S. sudah dalam kondisi meninggal dunia dan tubuhnya mulai membusuk. Pihak keluarga korban yang berada di luar kota segera dihubungi untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Dari keterangan para saksi, diketahui bahwa N.S. tinggal seorang diri di rumah kontrakan tersebut. Ia diketahui baru saja bercerai dengan istrinya yang kini berada di luar negeri, sementara anak-anaknya tinggal terpisah di Jakarta dan Malang. Kondisi ini membuat korban kerap kesepian dan jauh dari pantauan keluarga terdekat.
Salah satu informasi penting yang diperoleh dari para saksi adalah riwayat kesehatan korban. N.S. diketahui memiliki riwayat penyakit jantung yang cukup serius. Sekitar satu bulan yang lalu, ia bahkan sempat menjalani rawat inap di RS Aminah akibat kondisi jantungnya yang memburuk.
Pihak kepolisian dari Inafis Polres Blitar bersama dengan bidan desa segera tiba di lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Baca Juga: ADD 2026 Menurun, Kades dan Perangkat Desa se-Blitar Gelar Hearing dengan DPRD
Pemeriksaan awal terhadap jenazah korban tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa korban meninggal dunia karena sakit jantung.
Setelah proses olah TKP selesai, jenazah N.S. kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Mardiwaloyo Kota Blitar. Proses pembersihan jenazah akan dilakukan di rumah sakit tersebut sambil menunggu kedatangan keluarga korban dari luar kota untuk proses selanjutnya.
Kasat Reskrim AKP Momon Suwito Pratomo, S.H., M.H., yang turut memantau langsung penanganan kasus ini, menjelaskan bahwa dari hasil penyelidikan awal, tidak ditemukan adanya indikasi tindak kriminal.
"Dugaan kuat penyebab meninggalnya korban adalah karena sakit jantung yang sudah dideritanya," ujarnya.
Baca Juga: Lansia Tewas Tertabrak KA di Garum Blitar
Pihak kepolisian mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang tinggal sendiri, untuk selalu menjaga komunikasi dengan tetangga atau keluarga terdekat. Hal ini penting agar jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, dapat segera diketahui dan ditangani.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kepedulian sosial terhadap sesama, terutama bagi mereka yang hidup sendiri.
Pemeriksaan kesehatan secara rutin, khususnya bagi penderita penyakit kronis, juga merupakan langkah krusial untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Dengan adanya kasus ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan segera melaporkan kepada pihak berwajib apabila menemukan hal-hal mencurigakan atau membutuhkan bantuan. Semoga keluarga korban diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah ini.(*)
Editor : Zainul Arifin