Tampuk Kepemimpinan DPC GMNI Kabupaten Banyuwangi, Resmi Bergeser!!

Reporter : Trawan
Konfrensi Cabang Luar Biasa (Konfercablub) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Organisasi Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Banyuwangi digelar 25 - 28 Januari 2025. (ist)

BANYUWANGI | B-news.id - Hal beralihnya petinggi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Banyuwangi tersebut ditegaskan oleh Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Provinsi Jawa Timur, Amir Mahfut.

Pria yang akrab disapa Bung Amir tersebut menekankan, bahwa terpilihnya Rino Bachtiar dan Rozakki Muhtar sebagai Ketua serta Sekretaris DPC GMNI Banyuwangi, adalah telah melalui mekanisme dan aturan organisasi sebagaimana mestinya sesuai AD/ART dalam organisasi GMNI, Rabu (29/01/2025) waktu setempat.

Baca juga: Kombes Pol. Rama Samtama Putra, Inovator Terbaik yang Mendefinisikan Ulang Pelayanan Polri di Era Modern

"Mereka itu terpilih secara aklamasi melalui Konferensi Cabang Luar Biasa (Konfercablub) GMNI Banyuwangi yang usai digelar pada tanggal 25 hingga 28 Januari 2025 kemarin, dan itu sah sesuai mekanisme organisasi," terangnya.

Amir menambahkan, bahwa gelaran Konfercablub tersebut bukanlah tindakan illegal, namun sebuah langkah-langkah konstitusional yang diambil disaat terjadi kebuntuan atas ketiadaannya tanggung jawaban oleh pihak penyelenggara (Konfercab) GMNI Banyuwangi.

"Sekali lagi, di sini kami ingin menegaskan, bahwa kami DPD GMNI Jawa Timur menerima terkait langkah-langkah yang diambil oleh kawan-kawan juang GMNI Banyuwangi adalah sah dan sudah sesuai aturan tanpa mengesampingkan mekanisme yang ada, dan itu adalah bagian dari upaya penyelamatan organisasi,” Tegas Amir.

Lebih lanjut Amir membeberkan, sedikitnya terdapat 4 (empat) hal yang menjadi catatan DPD GMNI Jawa Timur berkenaan dengan Konfercab luar biasa yang digelar tuntas oleh Kader-kader GMNI Kabupaten Banyuwangi, diantara :

- Dilaksanakan berdasarkan dukungan dari mayoritas komisariat GMNI Banyuwangi.

Baca juga: Tim Penasihat Hukum Serbu Tambang Banyuwangi Mengundurkan Diri, Soroti Dinamika Organisasi Yang "Tidak Sehat"

- Pembentukan kepanitiaan secara sah dan sesuai AD/ART organisasi (GMNI).

- Disebut dengan Konfrensi luar biasa sebab merupakan bentuk solusi demokratis guna menyelamatkan laju roda organisasi.

- Diselenggarakan dengan cara demokratis dan terbuka.

Baca juga: Memahami Konflik Kepentingan Antara Sedimen Pasir dan Kebutuhan Warga Alasmalang

"Berangkat dari dukungan 9 dari 11 komisariat, panitia dibentuk berdasarkan AD/ART organisasi, solusi demokratis yang diambil komisariat sebagai wujud representasi Kader GMNI Banyuwangi adalah demi menyelamatkan kestabilan organisasi, yang terakhir dan terpenting adalah, selain dilaksanakan secara demokratis, Konfercab luar biasa itu digelar secara terbuka," bebernya.

"Nah, dengan demikian, tuduhan bahwa Konfercab luar biasa tersebut adalah sebuat kegiatan ilegal bagi kami adalah sebuah tuduhan tak berdasar dan tanpa mengindahkan fakta-fakta yang ada," Imbuhnya Amir.

Diakhir sesi wawancara Amir kepada Jurnalis B-news.id menyampaikan harapan agar seluruh Kader GMNI Kabupaten Banyuwangi tetap solid dan senantiasa menjaga semangat perjuangan guna mempertahankan progresifitas organisasi GMNI yang tak pernah bergeser dari keberpihakannya dalam membela kepentingan rakyat. (*)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru