Terungkap, Kisah Pilu UK (29) Korban Mutilasi Koper Merah di Ngawi

Reporter : Sunyoto

BLITAR | B-news.id - UK (29), perempuan asal Kecamatan Garum, Kabupaten Blitar, yang menjadi korban mutilasi dan ditemukan dalam koper di Ngawi, menyimpan kisah hidup yang penuh liku dan menyayat hati. UK diketahui telah menikah sebanyak tiga kali, namun ketiganya tidak berujung bahagia.

Hal ini diungkapkan oleh ayah kandung korban, Nur Khalim, yang menyebutkan bahwa putrinya telah dua kali gagal dalam pernikahan sebelum akhirnya kembali mencoba peruntungan asmara.

Baca juga: Kadis Pertanian Jatim Heru Suseno: FFD 2025 Mampu Tingkatkan Hasil Produktivitas dan SDM Petani  

Sepengetahuan Nur Khalim, pernikahan pertama UK terjadi di usia muda dengan seorang pria asal Srengat, Kabupaten Blitar. Dari pernikahan tersebut, UK dikaruniai seorang putra.

Sayangnya, rumah tangga mereka tidak bertahan lama. Setelah bercerai, UK kemudian menikah lagi secara siri dengan seorang pria lain. Dari pernikahan keduanya ini, UK memiliki seorang putri yang kini berusia tujuh tahun.

Namun, seperti pernikahan pertamanya, hubungan UK dengan suami keduanya juga kandas di tengah jalan. Menyandang status janda dengan dua anak, UK mencoba kembali membangun kehidupan.

Perempuan yang dikenal sebagai sales kosmetik ini kembali menikah, kali ini dengan seorang pria asal Tulungagung.

Menurut Nur Khalim, hubungan UK dengan pria asal Tulungagung ini juga dilakukan secara siri. Awalnya, pasangan ini tinggal di Blitar, tetapi kemudian pria tersebut menghilang begitu saja tanpa kabar.

"Saya pikir suaminya ini kerja ke luar kota sehingga saya tidak pernah bertemu lagi," ungkap Nur Khalim saat diwawancarai pada Jumat (24/1/2025).

Kisah asmara UK memang terasa sangat pilu. Setelah pernikahan terakhirnya berakhir dengan ketidakjelasan, UK sering mengungkapkan perasaannya melalui media sosial.

Dalam salah satu unggahannya, UK menulis pesan menyentuh tentang kehilangan seseorang yang sangat berarti.

"Nanti kamu bakal merasakan berharganya seseorang, ketika kamu mencarinya tapi gak lagi menemukannya… yang tulus gak akan kedua kali, walaupun kamu menemukan yang baru pasti gak akan sama yang dulu lagi,” tulisnya.

Unggahan tersebut menggambarkan kesedihan UK yang mendalam atas perjalanan hidupnya yang penuh dengan rasa kehilangan.

Baca juga: Gubernur Khofifah Dampingi Wapres RI Tanam Padi Dan Tinjau Pabrik Beras di Ngawi

UK dikenal sebagai sosok yang mandiri dan pekerja keras meskipun harus menghadapi berbagai cobaan hidup. Namun, nasib tragis menimpa perempuan ini, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan orang-orang terdekatnya.

Ayah korban, Nur Khalim, mengaku tidak pernah menyangka bahwa putrinya akan menemui akhir hidup yang begitu kejam. Keluarga UK kini tengah berjuang untuk mendapatkan keadilan. Mereka berharap pelaku pembunuhan sadis tersebut segera tertangkap dan dihukum seberat-beratnya.

“Saya tidak tahu kenapa orang bisa setega itu. Anak saya tidak punya musuh, dia hanya menjalani hidupnya sebagai seorang ibu,” ujar Nur Khalim dengan suara bergetar. Dirinya berharap pihak kepolisian dapat segera menangkap pelaku dan mengungkap motif di balik tindakan sadis ini.

Kasus ini sendiri menjadi perhatian publik setelah tubuh UK ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah koper di wilayah Ngawi. Penemuan tersebut membuat geger masyarakat sekitar, terutama karena cara pembunuhan yang sangat tidak manusiawi.

Keluarga UK mengaku sangat terpukul dengan tragedi ini. Mereka tidak hanya kehilangan seorang anak, tetapi juga merasakan betapa kejamnya perlakuan yang diterima oleh UK. “Dia adalah anak yang baik, selalu memperhatikan kami. Saya tidak percaya ini terjadi,” tambah Nur Khalim.

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku di balik mutilasi tersebut. Beberapa saksi telah dimintai keterangan, dan barang bukti dari tempat kejadian perkara telah diamankan.

Baca juga: Panen Serentak Nasional oleh Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah : Jawa Timur Siap Menjadi Lumbung Pangan Nasional

Kisah hidup UK yang penuh cobaan kini menjadi cerita yang menyedihkan. Ia adalah seorang ibu dari dua anak yang harus berjuang sendiri setelah kehilangan pasangan hidupnya.

Namun, perjuangan dan kerja kerasnya untuk membesarkan anak-anaknya harus terhenti di tengah jalan akibat tindakan keji seseorang.

Di balik semua kesedihan ini, keluarga UK terus berusaha tabah. Mereka berharap ada hikmah di balik kejadian tragis ini. Sementara itu, masyarakat juga diimbau untuk membantu memberikan informasi kepada pihak berwajib jika mengetahui sesuatu yang berkaitan dengan kasus ini.

Kematian UK menjadi pengingat betapa pentingnya keadilan ditegakkan. Sepilu apapun kisah hidup UK, keluarga dan masyarakat berharap agar pelaku segera ditangkap dan mendapat hukuman yang setimpal.

Kini, nama UK tidak hanya meninggalkan kesedihan, tetapi juga menjadi simbol perjuangan seorang perempuan dalam menghadapi liku-liku kehidupan.(*)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru