Pengaruh Globalisasi dan Modernisasi Terhadap Eksistensi Kebudayaan Indonesia Dikalangan Geberasi Muda

Reporter : Redaksi
Mutia Avisha Nurcahyana, Fakultas Vokasi Unai Surabaya. (ist)

OLEH: MUTIA AVISHA NURCAHYANA FAKULTAS VOKASI

SURABAYA | B-news.id - Dewasa ini, masyarakat sedang menghadapi globalisasi dan modernisasi. Globalisasi dan modernisasi merupakan hal yang tidak bisa kita hindari karena merupakan fenomena dinamis dalam peradaban manusia yang merupakan bagian dari proses kehidupan manusia, serta ditunjang dengan kemajuan teknologi di era society 5.0 yang semakin mempercepat terjadinya globalisasi dan modernisasi. 

Baca juga: Sinergisme Pencegahan Penyakit Infeksi pada Ternak, KPUD Tani Wilis Tulungagung dengan Fakultas Kedokteran UWKS

 Menurut Roland Robertson (1992) bahwa globalisasi adalah proses yang menghasilkan dunia tunggal, dimana masyarakat di seluruh dunia saling bergantung dihampir semua aspek kehidupan.

Globalisasi merupakan istilah yang erat kaitannya dengan peningkatan kebergantungan antar individu di seluruh dunia dan hampir semua aspek kehidupan.Serta ditandai dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, atau modernisasi. Globalisasi dan modernisasi adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

 Modernisasi sendiri definisikan sebagai perubahan masyarakat dari tradisional ke arah yang lebih maju, dan dapat diartikan dalam tiga konsep, yaitu historis, relatif, dan analitis.

Konsep historis diartikan bahwa modernisasi memiliki makna yang sama dengan westernisasi, dianggap sebagai salah satu jalan untuk meningkatkan kesejahteraan hidup umat manusia. Konsep relatif didefinisikan sebagai usaha untuk mencapai standar yang dianggap lebih maju.

Sedangkan konsep analitis berarti tindakan yang dilakukan untuk menanamkan konsep modernisasi pada masyarakat tradisional.  

 Indonesia merupakan negara kepulauan yang terkenal memiliki banyak keberagaman. Dilansir dari indonesiabaik.id, Indonesia memiliki 38 provinsi dengan lebih dari 1.300 etnik suku bangsa, dan 6 agama resmi yang diakui.

Tidak itu saja, Indonesia juga memiliki keberagaman adat istiadat, bahasa daerah, kesenian, dan rumah adat yang menjadi ciri khas setiap daerah yang ada di Indonesia. Keberagaman itulah yang dapat kita sebut sebagai kebudayaan Indonesia.

Baca juga: PLN NP UP Gresik - Depag Gelar Pelatihan Pengarusutamaan Gender di SMP Manbaul Ulum

Derasnya arus globalisasi dan modernisasi yang masuk ke Indonesia, memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap eksistensi kebudayaan lokal di Indonesia, terutama pada generasi muda. 

 Generasi muda berpotensi lebih besar untuk terpengaruh pada arus globalisasi dan modernisasi. Pengaruh ini mengubah cara mereka berpikir menjadi lebih terbuka terhadap pembaruan yang ada di masyarakat dunia.

Perubahan pola pikir membuat bangsa Indonesia menjadi lebih maju dan berkembang ke depannya, namun tidak sedikit generasi muda yang terkena dampak buruknya, sehingga generasi muda lebih beresiko kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.

Generasi muda Indonesia diharapkan memiliki potensi lebih untuk melestarikan kebudayaan Indonesia yang menjadi bagian dari identitas nasional bangsa. Namun, semakin deras arus globalisasi dan modernisasi di kalangan generasi muda menyebabkan semakin berkurangnya rasa cinta tanah air dan rasa bangga terhadap budaya sendiri.

Dikhawatirkan akan menyebabkan degradasi yang luar biasa terhadap kebudayaan asli Indonesia. Pengaruh globalisasi dan modernisasi di kalangan generasi muda tidak dapat kita remehkan begitu saja, generasi muda harus lebih bijak dalam menghadapi pengaruh buruk dari globalisasi.

Baca juga: Gubernur Khofifah Ajak IKA UNAIR Ambil Peran Strategis dalam Diplomasi Antarbangsa

 Globalisasi dan modernisasi merupakan media yang sangat berpotensi jika dimanfaatkan dengan baik. Generasi muda seharusnya dapat memanfaatkan globalisasi dan modernisasi ini untuk mengelola budaya Indonesia, maka masyarakat dunia mengetahui keberagaman budaya yang ada di Indonesia.

Dengan memanfaatkan media massa sebagai sarana mempromosikan budaya Indonesia sebagai langkah pencegahan untuk globalisasi budaya yang ada di Indonesia.

Media massa berperan penting dalam mempengaruhi pemikiran serta tingkah laku masyarakat, oleh karenanya promosi budaya Indonesia sangat diperlukan agar kebudayaan Indonesia mendunia dan tetap lestari.

Mengenalkan kebudayaan – kebudayaan yang ada di Indonesia sebagai salah satu langkah sederhana untuk mencegah hilangnya kebudayaan asli kita. Selain itu, menyaring budaya – budaya asing yang masuk Indonesia agar tidak merusak kebudayaan asli kita. (*)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru