PONOROGO | B-news.id - Warga Lebak Desa Ngadirojo Kecamatan Sooko, khususnya warga yang berdiam di sepanjang aliran sungai yang mengalir ke Waduk Bendo resah. Keresahan itu dipicu keberadaan bangkai sapi yang diduga terkena penyakit mulut dan kuku (PMK) dan dibuang secara sengaja ke sungai. Selain mencemari sungai, bau bangkai tercium hingga ke permukiman warga.
Menyikapi hal tersebut, perwakilan warga didampingi Ketua Komunitas Nelayan Perairan Darat Sooko, Pujiana melaporkan ke pihak terkait dan berharap segera mengambil tindakan guna menyelamatkan sungai dan ternak warga yang selama ini menggantungkan air dari sungai dan Telaga Lebak (warga biasa menyebut Telaga Nglebak = red).
Minggu (26/6/2022) sekitar pukul 10.00 WIB, Pujiana dan Agung, salah satu perwakilan warga mendatangi Polsek Sooko, namun oleh petugas disarankan ke Satgas yang berkompeten menangani masalah PMK di Balai Desa Bedoho.
Namun, saat di Posko, mereka tak mendapatkan jawaban dan kepastian lantaran petugas yang berada di Posko tidak memiliki kewenangan menangani masalah yang diadukan warga terkait bangkai sapi yang dibuang di sungai.
Petugas di Posko hanya bertugas mengawasi lalu lintas ternak dari luar Kabupaten Ponorogo yang melintas dan melewati wilayah Desa Bedoho, yang berbatasan dengan Kabupaten Tulungagung dan Trenggalek.
Sempat terjadi ketegangan lantaran Pujiana dan warga merasa di ping pong. Namun akhirnya mencair setelah petugas BPBD menjelaskan tugasnya dan siap melaporkan semua keluhan warga dan Komunitas Nelayan Peraian Darat Sooko ke pimpinannya agar segera mendapat jalan keluar.
Kepada wartawan, Pujiana atau yang lebih dikenal dengan Puji Pentol mengatakan, pihaknya melaporkan hal tersebut karena peduli dan merasa kasihan dengan warga akibat pembuangan bangkai sapi ke sungai. Dia berharap agar bangkai sapi segera dapat diangkat dari sungai.
“Kasihan warga karena baunya menyengat. Selain itu, ikan di sungai juga banyak yang sepertinya mabuk, diduga karena keracunan dan Telaga Lebak jadi sepi dari pengunjung dan pemancing,” tandas Pujiana.
Selain itu, Pujiana juga meminta pada Satgas PMK agar biaya suntik ternak milik warga digratiskan dan sapi milik peternak yang sudah terlanjur mati dapat kompensasi bantuan seperti di Kecamatan Pudak.
“Yang lebih penting lagi, Satgas PMK harus menjamin aliran sungai yang mengalir ke wilayah Sooko harus bebas dari PMK. Ga tau gimana caranya, mungkin disemprot atau gimana agar tidak menular ke ternak milik warga Kecamatan Sooko dan tuntutan warga segera ditindaklanjuti,” kata Pujiana diakhir wawancara. (bagus)
Editor : Redaksi