SUMENEP | B-news.id - Kegiatan Molodhan yang dikemas berbeda dengan pada umumnya tersebut merupakan rangkaian kegiatan Dzikro Maulid Nabi Muhammad MWC NU Gapura dan Festival Tastaman 2.
Acara ini mengangkat tema Memupuk Spirit Kenabian di Ranah Kebudayaan. Dengan acara ini diharapkan dapat lebih mendekatkan uswah Kanjeng Nabi. Dan spirit kenabiannya pada realitas kebudayaan kita yang heterogen dengan sebuah forum Diskusi yang rileks dan mencerahkan akal dan hati.
Baca juga: PKSPL IPB, Pokmaswas Reng Paseser, Warga Desa Tanjung Tanam 3.000 Pohon Mangrove
Kegiatan ini menghadirkan Khairul Umam Ketua Lesbumi NU Sumenep sebagai pemantik untuk memfasilitasi tema tersebut. Acara ini berlangsung di halaman Yayasan Nurul Anwar belum lama ini.
Sedangkan rundown kegiatan dipandu Zain Munfashil pengurus Lesbumi Gapura. Disela-sela waktu bincang-bincang ada acara deklamator puisi yang diisi oleh para deklamator hasil didikan dari Yayasan Nurul Anwar, Lesbumi NU, dan para penyair SE kecamatan Gapura.
Baca juga: Plt. Bupati Sidoarjo : Tumbuhkan Ekonomi dan Seni Budaya Lewat Pasar Rakyat Sidobudoyo
Acara ini dihadiri oleh para tokoh masyarakat, pengurus harian dan lembaga MWC NU Gapura, para siswa, alumni, guru, wali murid, dan stakeholder Sakolaan Tastaman Nurul Anwar Andulang.
H. Ansori selaku ketua panitia berharap semoga kegiatan Molodhan yang dikemas berbeda ini bisa lebih bermakna, mengokohkan cinta kita pada Kanjeng Nabi. Serta mampu mengaplikasikan spirit kenabiannya di ranah kebudayaan kita.
Sementara Abdullah Mamber salah satu penyair muda Sumenep mengaku salut dan bangga pada kegiatan tersebut. "Semoga kegiatan semacam ini terus berkelanjutan", ujarnya singkat tapi penuh makna dan sejuta asa. (Ach. Suni)
Editor : Zainul Arifin