Tepat di Hari Pahlawan, Dewan Gedok APBD 2023 Rp 11,2 Triliun

b-news.id
Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijoyo menyerahkan drat APBD Tahun 2023 kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi . (Ist)

SURABAYA |  B-news.id - DPRD Kota Surabaya akhirnya menggedok Rancangan Anggaran Belanja Daerah (RAPBD) 2023 menjadi APBD 2023. Pengesahan APBD ini persis bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan 10 November 2022.

Hadir dalam pengesahan ini anggot DPRD Kota Surabaya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkup Kota Surabaya. APBD 2023 ditetapkan dengan kekuatan belanja sebesar Rp 11,2 triliun.

Pengesahan ini selain sebagai kado di Hari Pahlawan, juga terlihat berbeda dengan persidangan biasanya. Sebab seluruh legislator dan wali kota bersama jajaran SKPD yang hadir memakai kostum pejuang.

Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono dan Wali Kota Eri Cahyadi seusai pengesahan juga mengajak semua yang hadir untuk menyanyikan lagu Kebyar-Kebyar, karya almarhum Gombloh.   

"Semoga lagu Kebyar-Kebyar membuat kita lebih bersemangat melakukan pengabdian kepada Kota Surabaya, dan negara Indonsia,” ujar Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Kamis (10/11/2022).

Dikatakan, semangat perjuangan di Hari Pahlawan ini bisa meneladani arek-arek Suroboyo, pejuang kemerdekaan, yang telah gugur pada pertempuran heroik 10 November 1945. Pihaknya juga mengajak hadirin, seusai rapat aripurna, menyanyikan lagu Padamu Negeri. 

Sontak saja, suasana gedung dewan tersebut semakin khidmat dan bermakna, termasuk peserta rapat yang hadir penuh semangat. Pengesahan APBD 2023 tersebut juga sebagai bukti adanya sinergi dan kolaborasi antara DPRD, wali kota dan jajaran Pemkot Surabaya yang terjalin baik.

“Harapan kami agar karya-karya pengabdian kita dapat membawa Kota Surabaya yang semakin maju, semakin sejahtera dan memakmurkan seluruh warga masyarakat,” tambah politisi PDI Perjuangan ini. 

Selama ini di Kota Surabaya, memang sudah menjadi tradisi antara DPRD dan wali kota untuk menetapkan APBD tahun anggaran berikutnya pada 10 November. Dimana di hari tersebut sekligis sebagai hari yang dikenang dan diperingati sebagai Hari Pahlawan.

Di mana arek-arek Suroboyo dengan gagah berani dan jiwa patriotisme yang berkobar-kobar bertempur dengan tentara Sekutu, 10 November 1945. Karena cita-cita kemerdekaan dan hidup sebagai bangsa yang berdaulat. 

"Tugas kita semua, mengawal dan mengisi kemerdekaan yang telah diwariskan para pahlawan. Membebaskan dari kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan. Dan, terus bergerak maju melakukan pembangunan yang memakmurkan rakyat," pungkasnya. (hum)

Editor : Zainul Arifin

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru