KOTA BATU | B-news.id – Hanya mengandalkan alat yang memiliki kapasitas lebih kecil yakni 3 ton untuk menampung hasil panen, kelompok tani (poktan) Maju Bersama, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, butuh cold storage (tempat pendingin penyimpanan) yang mampu menampung hasil panen sebanyak 50 ton.
Kebutuhan cold storage tersebut, dikatakan Wakil Ketua Kelompok Tani Maju Bersama Desa Tulungrejo, Arrochman Mustofa, pada awal sosialisasi mengenai cold storage, kelompok taninya hanya diberikan jatah penyimpanan hanya 3 ton, tidak mampu menampung hasil panen petani di Desa Tulungrejo.
“Saya minta ke dinas itu, jatah penyimpanan 50 ton tapi belum ada tanggapan. Sepertinya tawaran jatah simpan itu juga sudah dioper ke kelompok tani lain karena di sini menolak dengan jatah tersebut,” bebernya.
Petani Apel Desa, Tilungrejo butuh cold Storage berkapasitas 50 ton. (foto : doi nuri)
Terlebih buah apel yang tidak memiliki musim yang selalu panen setiap waktu, lanjut Arrochman, hanya cold storage yang bisa mengendalikan kesetabilan harga karena hasil panen terjamin aman.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua 1 DPRD Kota Batu Nurrochman mendorong pihak eksekutif agar bisa mendengarkan keluhan masyarakat, mengingat cold storage jelas akan dibutuhkan oleh orang banyak khususnya para petani.
"Selain itu juga harus dibarengi dengan sistem manajerial di cold storage nanti. Sebab hal itu masih baru di Kota Batu. Sehingga harus benar-benar memperhatikan kualitas SDM yang mendukung di dalamnya," ujarnya.
Tak hanya itu saja, dalam pembangunan tersebut, pihaknya juga menanyakan terkait alur pembelian pasca panen seperti komoditas yang boleh masuk di sana.
"Sebab pemetaan sejak dini tersebut harus dilakukan, guna menghindari konflik antara petani dan pemerintah," imbuh dia.
Cak Nur sapaan akrabnya berharap, agar tak ada rasa iri antara petani satu dengan petani lainnya yang hasil panennya bisa masuk ke cold storage.
“Yang tidak kalah pentingnya itu pasar untuk berjualan. Kalau dinas terkait masih belum ada pasar untuk penjualan, lha terus gimana nanti nasibnya barang-barang yang diawetkan di cold storage,” papar dia.
Hingga berita ini ditayangkan, pihak Dinas Pertanian Kota Batu masih belum memberikan tanggapan atas aspirasi masyarakat Desa Tulungrejo tersebut. (inu)
Editor : Zainul Arifin