SURABAYA | B-news.id – Komisi D DPRD Kota Surabaya mendorong agar dinas terkait memaksimalkan serapan anggaran beasiswa untuk siswa dari kalangan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Hal ini mengingat serapan anggaran tersebut dinilai masih belum maksimal.
Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Ajeng Wira Wati berharap agar data yang sekolah di Surabaya dan siswa yang masuk criteria MBR bisa dikumpulkan dan dikoordinasikan dengan Dinsos. Tujuannga agar diketahui mana siswa MBR yang layak mendapatkan beasiswa.
“Harapan kami dinas bisa aktif. Saran kami supaya lebih menarik data, mensinkronkan, tinggal menambahkan data seragam. Sehingga bisa cepat didistribusikan," ujar Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya Ajeng Wira Wati, Rabu (10/08/2022).
Disebutkan, untuk memaksimalkan serapan anggaran beasiswa MBR, rencananya akan ada revisi Perwali tentang persyaratan MBR yang sebelumnya tercantum hanya pada petunjuk teknis. Sejalan dengan hal itu, perlu dilakukan sosialisasi penerima beasiswa agar bisa lebih masif.
"Pencantuman persyaratan MBR di aturan Perwali, supaya masyarakat tidak bingung dan tidak pesismistis. Nanti dikira beasiswa ini (beasiswa MBR,Red) hanya untuk yang prestasi," terang politisi Partai Gerindra ini.
Pihaknya sejak awal juga meminta agar ada sinergi khusus dengan Provinsi Jatim. Pada saat hearing dengan dinas terkait juga menyampaikan sudah berkoordinasi dengan MKKS, baik SMA/SMK sederajat agar semuanya bisa mengumpulkan data.
Sedangkan mengenai segaram sendiri, masih dikoordinasikan. Karena dalam pelaksanaannya, penyediaan seragam harus menyukseskan UMKM. Termasuk realisasinya harus diawasi mengingat anggaran pembelian dinilai masih besar. Yakni satu anak dialoksikan Rp 1 juta.
"Dananya cukup besar, jadi kita memastikan dinas berhati-hati, waspada, dan juga mengkonsultasikan ke pihak jajaran samping bagaimana menata keuangan ini agar tidak sampai ada kebocoran," tegasnya.
Pendaftar beasiswa pelajar sekolah menengah atas baik SMA/SMK/MA sederajat di Kota Surabaya baru 1.421 peserta. Pemkot Surabaya sedianya mengalokasikan sebanyak 13.416 beasiswa MBR. Komisi D DPRD Surabaya sudah menggelar rapat dengar pendapat atau hearing dengan Kepala Dinas Kebudayaan Kepemudaan dan Olah Raga serta Pariwisata (DKKORP) Surabaya Wiwiek Widayanti dan Bagian Hukum Pemkot Surabaya mengenai masalah serapan beasiswa yang masih rendah.
Kadis DKKORP, Wiwiek mengatakan jumlah pendaftar beasiswa kurang dari 1.500 siswa dari target 13.416. Serapan kuota Beasiswa Pemuda Tangguh dan penyelesaian seragam sekolah. Kata Wiwiek untuk memenuhi kuota beasiswa itu akan dibuka pendaftaran gelombang kedua pekan depan.
"Hari ini ketemu angka 1.421, tapi itu kan gelombang pertama. Nanti akan ada gelombang berikutnya,”katanya.
Sedangkan mengenai mengapa tidak memenuhi kuota? Dijelaskan bahwa pada 18-30 Juli, para siswa masih posisi sedang di rumah karena sekolah sedang libur. Pihaknya berharap bisa mencapai 13.416 kuota beasiswa pada gelombang kedua pekan depan. (hum)
Editor : Redaksi