Gubernur Khofifah Terima Kunjungan Gubernur Sherly Laos Bahas SPBE dan ASN

Reporter : Redaksi
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos di kantor Grahadi Surabaya. (foto: dok humas)

SURABAYA | B-news id -  Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos beserta jajaran di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (27/2).

Pertemuan dua gubernur perempuan tersebut berlangsung hangat dan sarat diskusi termasuk penguatan kerjasama dua daerah terutama terkait pengelolaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), BUMD, hingga perdagangan dua wilayah. Selain itu juga cukup dalam dibahas terkait Inovasi Manajemen ASN (Perjanjian Kinerja) yang dikembangkan di Jawa Timur.

Baca juga: Gubernur Khofifah Gerojok Bansos Rp 16,1 Miliar untuk Masyarakat Kabupaten Probolinggo

Gubernur Khofifah menjelaskan, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari diskusi yang telah terbangun sejak retret kepala daerah dan misi dagang pertama Jawa Timur ke Maluku Utara yang menghasilkan penandatanganan MoU antar perangkat daerah.

“Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi memastikan bahwa setiap kerja sama dibangun dalam kerangka pembangunan yang terintegrasi. Kami di Jawa Timur menempatkan proyek perubahan sebagai instrumen untuk memastikan setiap kebijakan berdampak sistemik dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Khofifah, proyek perubahan yang lahir dari pendidikan dan pelatihan kepemimpinan ASN, seperti PIM I dan PIM II, menjadi motor penggerak inovasi dan transformasi tata kelola pemerintahan.

Melalui pendekatan tersebut, setiap perangkat daerah didorong menghadirkan inovasi yang konkret, terukur, dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Baca juga: Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah di Jemur Wonosari Surabaya, Gubernur Khofifah Pastikan Harga Terkendali

“Pembangunan tidak boleh parsial. Harus terintegrasi, lintas sektor, dan berbasis penguatan kapasitas SDM. Karena itu, peningkatan kualitas aparatur menjadi prioritas, agar setiap program benar-benar menjadi solusi bagi masyarakat,” tegasnya.

Dalam konteks kerja sama ekonomi, Khofifah menyoroti pentingnya optimalisasi arus perdagangan antar daerah. Ia menyebut, selama ini kapal-kapal dari Jawa Timur yang mengirim komoditas ke Maluku Utara kerap kembali tanpa muatan optimal.

“Ini menunjukkan ada ruang yang bisa kita integrasikan. Produk-produk Maluku Utara harus kita bantu menemukan pasar yang lebih luas. Dengan konektivitas, termasuk Tol Laut, kita bisa menciptakan ekosistem perdagangan yang saling menguatkan,” jelasnya.

Baca juga: Kupat Keteg, Rebowekasan, Malam Selawe, Pasar Bandeng Hingga Pencak Macan Ditetapkan Sebagai Warisan Budaya Tak Benda

Khofifah menambahkan, integrasi pembangunan juga tercermin dalam penanganan kawasan permukiman kumuh yang kini menjadi percontohan nasional karena dilaksanakan melalui sinergi lintas perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Di bidang penguatan SDM, BPSDM Jawa Timur dipercaya oleh Lembaga Administrasi Negara untuk menyelenggarakan PIM II sebanyak tiga kali. Selain itu, Pemprov Jatim juga menjalin kerja sama internasional dengan Singapura dalam peningkatan kapasitas aparatur dan tata kelola pemerintahan berbasis digital.

Pada sektor pertanian dan perkebunan, Jawa Timur terus mendorong hilirisasi dan nilai tambah komoditas, termasuk pengembangan varietas unggulan alpukat Malang sebagai komoditas potensial ekspor. Sementara di sektor peternakan, Jawa Timur menjadi lokasi Balai Besar Inseminasi Buatan Singosari yang berperan strategis dalam peningkatan kualitas genetik ternak nasional.(za)

Editor : Redaksi

Daerah
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru