SIDOARJO | B-news.id - Samurai Jalu, seniman anak berusia 12 tahun dari Sanggar DAUN, menggelar pameran tunggal keduanya bertajuk "Mulai Dari Rumah".
Pameran ini merupakan kolaborasi antara Samurai Jalu dengan ayahnya, seorang arsitek, dan akan berlangsung dari (24/1) hingga (8/2) di rumah Ambarteja dan Larasrasa yang beralamat di Grand Royal Regency, Wage, Kec. Taman, Kabupaten Sidoarjo.
Baca juga: Pameran Tunggal Lukisan Aisyah Hilya, Kehidupan Laut dan Sampah Laut
Pameran ini bertujuan untuk mengapresiasi kreativitas anak dan mengajak masyarakat untuk melihat rumah sebagai laboratorium kreatif anak.
"Mulai Dari Rumah" akan menampilkan karya-karya Samurai Jalu yang dihasilkan dari aktifitas kreatifnya di rumah, serta mengundang pengunjung untuk berdiskusi dan merefleksikan tentang pentingnya kreativitas dan ekspresi diri anak.
"Ini adalah upaya untuk mengubah pandangan masyarakat tentang kreativitas anak dan mengajak orang tua untuk lebih memahami dan mendukung aktifitas kreatif anak," kata Samurai Jalu yang saat ini bersekolah di SDIT Nurul Fikri Sukodono - Sidoarjo, kelas 6.
Baca juga: Pameran Tunggal ke 6 Ariel Ramadhan Tampilkan Sampah di Laut
Pameran ini menampilkan total 33 karya lukisan berbagai ukuran, instalasi, dan arsip proses kreatif Samurai Jalu sejak usia balita. Dua rumah bersebelahan yang baru selesai dibangun difungsikan sebagai ruang pameran, dengan konsep open house yang memungkinkan pengunjung untuk melihat langsung karya-karya Samurai Jalu di lingkungan rumahnya.
"Aktifitas kreatif anak yang mencoreti setiap detail bagian rumah yang mampu dijangkau, sejauh ini dalam tinjauan seni rupa anak dan psikologi perkembangan anak telah diapresiasi sebagai hal positif, namun fakta yang terjadi di banyak keluarga hal ini masih dianggap sebagai pelanggaran norma, terlebih jika aktivitas corat-coret ini sampai dilakukan oleh anak di ruang publik bisa dianggap sebagai pelanggaran sosial bahkan kriminal-vandalisme. Pameran ini diharapkan bisa mengubah paradigma ini," ungkap Arik S. Wartono, kurator pameran sekaligus guru pembina Samurai Jalu dari Sanggar DAUN.
Wacana rumah sebagai laboratorium kreatif anak telah banyak dibahas dalam psikologi pendidikan terutama perkembangan anak, termasuk juga dibahas dalam dunia seni rupa anak.
Baca juga: Luar Biasa, Azzahra Pelukis Sanggar Daun, Usia Belum 7 Tahun Sudah Pameran Tunggal
Namun hal ini menjadi pameran seni rupa anak yang sesungguhnya, peristiwa open house seniman anak berkolaborasi dengan ayahnya yang seorang arsitek, tampaknya baru pertama kali terjadi di Indonesia bahkan mungkin di seluruh dunia.
"Proses kreatif anak selalu dimulai dari rumah, mencorat-coret dinding rumah adalah salah satunya. Pameran ini mencoba mendobrak “arsitektur steril”, arsitektur yang biasanya tampil bersih dan “indah”. (*)
Editor : Redaksi